Buka konten ini

BATAM (BP) – DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan ketersediaan stok beras premium di Batam dalam kondisi aman. Namun, belum terserapnya pasokan beras premium milik Bulog oleh distributor dinilai berpotensi mengganggu kelancaran distribusi di pasaran.
Karena itu, DPRD Kepri mendorong percepatan penyerapan beras premium Bulog, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Komisi II DPRD Kepri bahkan telah melakukan pengecekan langsung ke Gudang Bulog untuk memastikan kondisi stok.
Pengecekan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait kelangkaan beras premium di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.
“Stok beras premium di Bulog saat ini sekitar 24 ton. Selain itu, ada cadangan sekitar 4.000 ton di Sulawesi yang siap dikirim,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, Jumat (23/1).
Wahyu menyebutkan, hingga kini belum ada distributor yang melakukan pemesanan beras premium Bulog. Padahal, waktu pengiriman dari Sulawesi ke Batam hanya memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Menurutnya, ketersediaan beras premium sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, agar tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). “Karena itu, kami mendorong distributor untuk memanfaatkan pasokan beras premium dari Bulog,” tambahnya.
Sementara itu, Bulog Kantor Cabang memastikan stok beras medium di Batam dan Karimun dalam kondisi aman untuk kebutuhan empat bulan ke depan, atau hingga Idulfitri 2026.
Bulog juga telah menyiapkan pasokan beras premium dari Makassar sebanyak 1.000 hingga 2.000 ton pada tahap awal. Harga beras premium Bulog ke distributor dipatok sekitar Rp14.500 per kilogram dan dijual ke konsumen sekitar Rp15.400 per kilogram. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY