Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Sudah hampir satu bulan terakhir penerbangan pesawat komersial di Bandara Raja Haji Abdullah, Sei Bati, Kecamatan Tebing, Karimun, tidak beroperasi.
Penerbangan yang sebelumnya melayani rute Tanjungbalai Karimun–Pekanbaru dan Tanjungbalai Karimun–Dabo Singkep itu sebelumnya dioperasikan oleh Susi Air dan direncanakan akan digantikan oleh Smart Aviation.
Kepala Bandara Raja Haji Abdullah Sei Bati, Subiat Wiranata Kusuma, mengatakan pesawat pengganti penerbangan komersial tersebut hingga kini memang belum beroperasi.
“Informasi sementara yang kami terima, rencananya pada Februari sudah ada jadwal penerbangan Smart Aviation. Jika ada pembaruan, tentu akan kami informasikan lebih lanjut,” ujar Subiat saat dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (22/1).
Sementara itu, Direktur Travel Jati Indah, Zedmendra, yang dikonfirmasi secara terpisah, menyebutkan informasi awal menyebutkan pesawat Smart Aviation akan mulai beroperasi pada 12 Januari 2026. Namun rencana tersebut batal terlaksana.
“Awalnya dijadwalkan 12 Januari 2026, tapi akhirnya tidak jadi. Penumpang yang sudah membeli tiket kami kembalikan uangnya secara penuh,” jelas Zedmendra.
Ia menjelaskan, jenis pesawat yang akan digunakan Smart Aviation sama seperti operator sebelumnya, yakni Cessna Caravan dengan kapasitas 12 kursi penumpang.
Untuk harga tiket, rute Tanjungbalai Karimun–Pekanbaru dipatok Rp513.400 per penumpang dewasa dan Rp51.340 untuk infant atau bayi. Sementara rute Tanjungbalai Karimun–Dabo Singkep sebesar Rp457.900 per penumpang dewasa dan Rp45.790 untuk bayi.
“Untuk jadwal sebelumnya, penerbangan Tanjungbalai Karimun–Pekanbaru dua kali seminggu. Begitu juga rute Tanjungbalai Karimun–Dabo Singkep dua kali seminggu. Namun untuk jadwal penerbangan yang baru belum ada, dan pemesanan tiket juga belum dibuka,” paparnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GUSTIA BENNY