Buka konten ini

LINGGA (BP) – Jaringan internet IndiHome di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mengalami gangguan total selama kurang lebih enam jam, Kamis (22/1). Akibatnya, berbagai aktivitas masyarakat hingga perkantoran yang bergantung pada akses internet ikut terganggu.
Dian, salah seorang warga Dabo Singkep yang memiliki usaha jualan daring, mengaku sangat terdampak dengan kondisi tersebut. Gangguan jaringan membuat aktivitas jual beli tidak dapat berjalan normal. “Terkadang kami bingung harus berbuat apa. Jualan online ini menjadi salah satu sumber penghasilan, tapi karena gangguan jaringan, aktivitas jual beli jadi lumpuh,” ujar Dian.
Hal serupa juga dirasakan Kelana, salah seorang tenaga pendidik di Dabo Singkep. Ia mengatakan aktivitas belajar mengajar di sekolah turut terdampak akibat gangguan jaringan internet.
“Proses belajar mengajar jadi terganggu. Siswa yang seharusnya hari ini mengikuti pelajaran berbasis internet terpaksa ditunda dan dialihkan ke mata pelajaran lain terlebih dahulu,” jelasnya.
Kelana mengungkapkan, gangguan jaringan internet IndiHome terjadi sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB.
“Gangguan terjadi sejak pagi. Sekitar pukul 14.30 WIB jaringan mulai berangsur pulih. Untuk mengirim pesan WhatsApp sudah bisa, tapi akses ke layanan lain masih lambat,” ungkapnya.
Sementara itu, Haidir, salah seorang karyawan IndiHome, membenarkan adanya gangguan jaringan yang dialami pelanggan di wilayah tersebut.
“Iya benar, untuk wilayah Dabo dan sekitarnya memang sedang terjadi gangguan jaringan internet,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Terkait penyebab gangguan, Haidir menyebut pihak IndiHome masih melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Untuk penyebabnya belum bisa dipastikan. Saat ini tim masih melakukan pengecekan,” jelasnya.
Ia menambahkan, gangguan jaringan tidak hanya terjadi di Dabo Singkep, tetapi juga melanda sejumlah daerah lain.
“Bukan hanya di Dabo. Beberapa wilayah seperti Ranai, Jemaja, Batam, dan Tanjungpinang juga mengalami gangguan jaringan internet,” tambahnya.
Haidir menyebut pihak IndiHome belum dapat memastikan kapan jaringan akan pulih sepenuhnya. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan agar layanan segera kembali normal.
“Kami belum bisa memastikan kapan normal sepenuhnya. Namun, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar jaringan segera pulih,” pungkasnya.
Gangguan Jaringan Hambat Pengisian Pertalite
Sementara itu Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terganggu pada Kamis (22/1). Kondisi tersebut disebabkan gangguan jaringan sistem.
Pantauan Batam Pos di SPBU Jalan Adi Sucipto, Tanjungpinang, tidak tampak antrean kendaraan untuk pengisian BBM jenis Pertalite. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat beralih mengisi BBM jenis Pertamax.
Pengawas SPBU Jalan Adi Sucipto, Rasyid, mengatakan gangguan jaringan telah terjadi sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Akibatnya, proses pengisian BBM, khususnya Pertalite, mengalami kendala.
“Kami pengisian BBM subsidi menggunakan sistem. Jadi, ketika jaringan mengalami gangguan, pengisian ikut terdampak,” ujar Rasyid.
Ia menjelaskan, pengisian BBM jenis Pertalite terpaksa dilakukan secara manual. Sementara itu, pengisian solar ditutup sementara karena menggunakan sistem kartu.
“Untuk solar, kami tidak berani mengambil risiko melakukan pengisian manual karena menggunakan kartu,” tegasnya.
Menurut Rasyid, gangguan jaringan dengan durasi cukup lama ini baru pertama kali terjadi. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU masih dalam kondisi aman.
“Stok Pertalite dan solar masih aman. Hanya saja, pengisian terganggu karena masalah jaringan,” katanya.
Dani, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku terpaksa mengisi BBM jenis Pertamax.
“Tadi saya isi Pertamax karena katanya masih gangguan, jadi tidak bisa mengisi Pertalite,” ujarnya. (*)
Reporter : VATAWARI – MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY