Buka konten ini

SURABAYA(BP) – Persaingan perbankan digital kian ketat. Bank-bank berbasis aplikasi berlomba memperluas penetrasi pasar dengan menawarkan fitur yang makin relevan dengan kebutuhan harian masyarakat. Salah satunya Bank Raya (AGRO), bank digital di bawah BRI Group, yang mengandalkan layanan pengelolaan keuangan untuk menarik pengguna baru.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, mengatakan percepatan inklusi keuangan menjadi fokus utama perusahaan. Karena itu, Bank Raya terus mendorong adopsi layanan digital melalui fitur yang membantu nasabah mengatur uang secara lebih disiplin.
“Awal tahun biasanya jadi momentum evaluasi keuangan. Kami ingin memperkenalkan cara mengelola uang yang lebih rapi lewat aplikasi,” ujarnya, kemarin (22/1).
Salah satu andalan Bank Raya adalah fitur pembagian tabungan dalam bentuk Saku Digital. Melalui fitur ini, nasabah dapat memisahkan alokasi dana sesuai kebutuhan, mulai dari belanja, pendidikan, hingga tabungan keluarga.
Dengan sistem tersebut, orang tua juga bisa memantau keuangan anak. Bank Raya memungkinkan pembuatan saku khusus bagi anggota keluarga yang terdaftar di Kartu Keluarga dan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) usia 10 hingga 16 tahun. “Orang tua bisa membuat tabungan atau alokasi saku bagi anak agar mereka belajar mengelola uang sejak dini, tetapi tetap dalam pengawasan,” jelas Kicky.
Menurut Kicky, edukasi keuangan sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi kemandirian finansial di masa depan. Karena itu, Bank Raya tak hanya menawarkan fungsi transaksi, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola uang secara sehat. “Kami ingin fitur ini bukan sekadar praktis, tetapi juga membentuk karakter finansial anak dan keluarga,” katanya.
Strategi tersebut ikut mendorong pertumbuhan pengguna. Hingga September 2025, jumlah pengguna Aplikasi Raya tercatat menembus 1,6 juta nasabah. Volume transaksi meningkat 45,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 3,8 juta transaksi.
Sementara digital saving mencapai Rp 1,75 triliun atau tumbuh 61,4 persen (YoY). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO