Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Bank Indonesia (BI) memastikan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara atau cross border terus dikebut. Pada Kuartal I-2026, QRIS ditargetkan sudah dapat digunakan di China dan Korea Selatan, setelah sebelumnya terkoneksi dengan sejumlah negara di kawasan Asia.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini QRIS lintas negara telah terhubung dengan Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Ke depan, BI memastikan ekspansi QRIS akan terus berlanjut ke negara-negara lainnya.
“Lalu dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum Kuartal I-2026 kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers secara daring, Rabu (21/1).
Tak berhenti di situ, BI juga tengah menjajaki kerja sama dengan India. Filianingsih menyebut, diskusi dengan otoritas terkait di negara tersebut saat ini berlangsung cukup intens dan menunjukkan prospek yang positif.
“Dan seperti diketahui, kita sedang melakukan diskusi yang intens dengan India dan kemungkinan nanti juga dengan beberapa negara lainnya,” tambahnya.
Seiring perluasan jangkauan negara mitra, BI juga menargetkan pertumbuhan signifikan transaksi QRIS sepanjang 2025, baik dari sisi jumlah transaksi, jumlah pengguna, maupun jumlah pedagang (merchant) yang menerima QRIS.
“Kita targetkan 17 miliar transaksi QRIS dan juga delapan negara untuk cross border. Dari sisi supply, kita menargetkan 45 juta merchant yang menerima QRIS, serta 60 juta pengguna QRIS dari sisi demand,” jelas Filianingsih.
Sebelumnya, transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia terus menunjukkan kinerja impresif pada Kuartal IV-2025. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada periode tersebut.
Pertumbuhan transaksi digital itu didorong meningkatnya penggunaan kanal pembayaran elektronik, mulai dari aplikasi mobile, internet banking, hingga QRIS. “Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh 12,10 persen (yoy) dan 15,10 persen (yoy),” kata Perry dalam konferensi pers secara daring, Rabu (21/1).
Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada transaksi QRIS yang melonjak hingga 139,99 persen (yoy) pada Kuartal IV-2025. (*)
LAPORAN : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK