Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sebanyak 108 personel Polresta Tanjungpinang yang mengalami kelebihan berat badan mengikuti program pengendalian berat badan melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT).
Program tersebut dijalankan karena tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut kondisi fisik yang tidak hanya sehat, tetapi juga bugar dan prima. Oleh sebab itu, personel dengan berat badan berlebih diwajibkan mengikuti program IMT secara bertahap dan terukur.
“Kegiatan ke depan cukup padat dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Salah satu syarat utama adalah kondisi fisik yang sehat agar pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bisa berjalan optimal,” ujar Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, seluruh personel Polresta Tanjungpinang telah menjalani penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan untuk mengetahui kondisi IMT masing-masing, apakah masuk kategori normal atau kelebihan berat badan.
Program yang diikuti 108 personel tersebut mencakup pengaturan pola makan seimbang dan olahraga rutin. Selama pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi serta dipantau langsung oleh dokter dan tenaga medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Tanjungpinang.
“Performa personel tidak hanya diukur dari kualitas kinerja, tetapi juga penampilan. Jika performa baik, tentu akan meningkatkan kepercayaan dan penilaian masyarakat,” tambahnya.
Program pengendalian berat badan ini direncanakan digelar minimal dua kali dalam sepekan guna memastikan hasil yang maksimal hingga mencapai berat badan ideal. Namun demikian, Indra menegaskan bahwa proses penurunan berat badan membutuhkan waktu relatif panjang dan harus dilakukan secara konsisten.
Selain memengaruhi penampilan, kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti jantung dan stroke, diabetes, radang sendi, hipertensi, asam urat, serta penyakit lainnya.
“Oleh karena itu, kami ingin menggugah kesadaran personel agar bersemangat mencapai berat badan ideal, sehingga lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” pungkasnya. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : GUSTIA BENNY