Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kebakaran hebat melanda Pasar Kuliner Mega Legenda, Kota Batam, Selasa (20/1) sore lalu. Api yang mulai berkobar sekitar pukul 18.00 WIB dengan cepat membesar dan melahap area pasar seluas kurang lebih satu hektare, menghanguskan sejumlah kios pedagang serta melumpuhkan aktivitas ekonomi sementara waktu.
Untuk membantu proses pemadaman, sebanyak 21 personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kepulauan Riau dikerahkan ke lokasi. Selain membantu pemadaman, personel juga melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta pengaturan arus lalu lintas agar situasi tetap tertib dan kondusif.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari respons cepat kepolisian dalam menangani kebakaran sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.
“Personel kami diterjunkan untuk membantu pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran, mengamankan TKP, serta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan masyarakat tetap aman,” ujarnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan kawasan Mega Legenda, Benediktus Labi. Ia melihat pemilik warung berlari menuju area angkringan dan mendapati api sudah membesar, membakar sejumlah warung makan, gudang berisi palet kayu, serta beberapa lapak lainnya.
Sekitar pukul 18.30 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman di titik api. Tidak lama berselang, personel Turjawali Zona II Ditsamapta Polda Kepri turut datang untuk mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas.
Pada pukul 18.45 WIB, kendaraan taktis Karhutla dan rantis armored water cannon (AWC) milik Ditsamapta Polda Kepri bersama Tim Pammat juga dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Petugas secara bergantian melakukan penyemprotan air serta mengimbau warga agar tidak mendekati area kebakaran.
“Pengaturan lalu lintas kami lakukan agar akses kendaraan pemadam tidak terganggu dan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman,” kata Joko.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah kondisi dinyatakan aman dan terkendali, arus lalu lintas di sekitar lokasi kembali normal.
Sementara itu, Kapolsek Batamkota, AKP Benny Syahrizal, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Informasi awal menyebutkan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di area penumpukan palet kayu bekas. Namun, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti sebelum dilakukan penyelidikan menyeluruh.
“Informasi awal memang mengarah ke bakaran sampah di tumpukan palet, tetapi kami harus memastikan melalui penyelidikan. Akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan gelar perkara,” ujar Benny.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya enam kios dilaporkan hangus terbakar. Cepatnya perambatan api dipicu oleh material bangunan pasar yang sebagian besar terbuat dari kayu dan tripleks, sehingga api dengan mudah menjalar ke seluruh area.
Meski kebakaran tergolong besar, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah pedagang mengalami kerugian material cukup besar karena lapak dan peralatan dagang tidak sempat diselamatkan.
Hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Polisi masih berkoordinasi dengan pengelola pasar dan para pedagang untuk menghimpun data kerusakan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan usaha agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pengelolaan sampah dan material mudah terbakar. Penyelidikan akan terus dilakukan hingga penyebab pasti kebakaran dapat dipastikan. (*)
Reporter : YASHINTA – EUSEBIUS SARA – M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO