Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Maraknya aksi pelemparan barang yang diduga berisi narkotika dari luar ke dalam area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam mendorong pihak lapas memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.
Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Batam, Andre Silalahi, mengatakan pengawasan difokuskan di area lapangan olahraga Blok D serta kawasan branggang kebun yang dinilai rawan dijadikan lokasi pelemparan.
“Kami terus melakukan kontrol keliling di titik-titik rawan tersebut. Selain itu, pengawasan juga diperketat di jalan-jalan sekitar lapas yang kerap menjadi lokasi pelemparan,” ujar Andre, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, pelemparan barang haram umumnya dilakukan dari jalan samping gedung lapas maupun dari sekitar Pos Menara 3. Kondisi kontur jalan yang lebih tinggi dibandingkan area lapas memudahkan pelaku melemparkan barang ke dalam.
“Di samping gedung lapas jalannya lebih tinggi. Itu yang membuat potensi pelemparan narkotika cukup besar,” katanya.Andre mengungkapkan, petugas sudah beberapa kali menemukan barang yang diduga berisi narkotika di dalam area lapas. Barang tersebut biasanya dibungkus rapat dan diberi pemberat berupa batu agar bisa dilempar hingga masuk ke area tertentu.
“Jadi temuan narkotika di dalam lapas bukan karena oknum petugas, melainkan akibat modus pelemparan dari luar seperti ini. Apalagi, di dalam lapas terdapat cukup banyak warga binaan yang merupakan penyalahguna narkotika,” jelasnya.
Selain meningkatkan patroli dan pengawasan, pihak lapas juga merencanakan pemasangan jaring atau paranet di sejumlah titik sebagai langkah pencegahan tambahan. Namun, rencana tersebut masih menunggu dukungan anggaran.
“Pemasangan jaring ini sudah kami rencanakan, tetapi memang membutuhkan anggaran,” ujar Andre.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan guna mencegah masuknya narkotika ke dalam lapas.
“Kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian sebagai langkah pencegahan terhadap penyelundupan narkotika,” tutup Yosafat. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO