Buka konten ini

AWAL tahun 2026, Kota Batam dihadapkan pada maraknya aksi bunuh diri. Sepanjang Januari ini, tercatat tiga peristiwa warga nekat mengakhiri hidupnya. Dari tiga kejadian tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat setelah berhasil diselamatkan nelayan di perairan Barelang.
Peristiwa pertama terjadi di Perumahan Beverly Garden, Batam Centre, Jumat (2/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Seorang pria berinisial Pr, 22, ditemukan tewas tergantung di bagian belakang rumah mewah tempatnya bekerja sebagai sopir pribadi.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, Boy, yang mencari keberadaan Pr karena pemilik rumah hendak kembali dari liburan tahun baru. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian dan rekaman kamera pengawas (CCTV), korban diduga mengakhiri hidupnya pada Kamis (1/1) sekitar pukul 01.00 WIB, tepat di malam pergantian tahun.
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat melakukan panggilan video dengan kekasihnya selama kurang lebih dua jam. Usai percakapan itu, korban tampak panik sambil memegang ponsel, lalu melompat dari lantai dua bagian belakang rumah dengan leher terjerat kabel antena.
Rekan korban menduga motif bunuh diri dilatarbelakangi persoalan asmara. Korban sempat bercerita bahwa kekasihnya memutuskan hubungan dan menikah dengan pria lain. Pr diketahui baru dua bulan bekerja sebagai sopir pribadi mantan pejabat Kejaksaan Negeri Batam.
Peristiwa kedua terjadi pada Selasa (13/1) sore di Jembatan I Barelang. Seorang pria berinisial MD, 25, nekat melompat dari jembatan. Beruntung, aksinya digagalkan oleh nelayan yang melintas di bawah jembatan. Tubuh MD berhasil ditarik ke atas kapal dan dibawa ke tepi pantai.
Komandan Pos Jembatan I Barelang Ditpam BP Batam, Blasius, mengatakan petugas sempat menerima laporan adanya pengunjung yang duduk di tepi jembatan. Namun, saat petugas mendatangi lokasi dan hendak mengajak berbincang, korban sudah lebih dulu melompat.
Dari keterangan keluarga kepada polisi, MD diketahui mengalami depresi dan kerap berhalusinasi akibat kebiasaan menghirup lem. Usai diselamatkan, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ketiga berujung fatal. Seorang pria berinisial RK ditemukan meninggal dunia setelah jasadnya mengapung di perairan Piayu, Kamis (15/1) sore. Hasil penyelidikan memastikan RK mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan I Barelang.
Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwi Suryawandika, mengatakan dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor korban yang terparkir di sekitar jembatan.
“Setelah identitas diketahui, kami menghubungi pihak keluarga. Dari keterangan keluarga, korban memang memiliki permasalahan pribadi,” ujar Kade, Selasa (20/1).
Jasad korban telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Pekanbaru, Riau. RK diketahui berdomisili di kawasan Bida Ayu, Kecamatan Sei Beduk, dan bekerja seorang diri di Batam.
Menyikapi maraknya aksi bunuh diri, khususnya di kawasan Jembatan Barelang, pihak kepolisian mengaku telah meningkatkan langkah pencegahan dengan memasang spanduk imbauan serta melakukan patroli dan sosialisasi melalui kapal patroli.
“Kami sudah melakukan imbauan melalui spanduk di jembatan dan patroli laut,” kata Kade.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan ekstrem saat menghadapi persoalan hidup.
“Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jangan mengambil keputusan yang salah,” tutupnya. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO