Buka konten ini
BINTAN (BP) – Tiga pekerja terseret arus laut di perairan sekitar ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, di depan PT BAI, Bintan, Senin (19/1). Dalam peristiwa itu, satu pekerja selamat, satu meninggal dunia, dan satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Senin malam. Peristiwa bermula sekitar pukul 14.10 WIB ketika seorang pekerja bernama Malik terseret arus laut yang deras di sekitar lokasi ponton.
“Korban Malik sempat berteriak meminta tolong,” ujar Fazzli.
Mendengar teriakan tersebut, dua pekerja lainnya, Ranggi dan Reza Ade Jumawar, melompat ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun, keduanya justru ikut terseret arus.
Ranggi berhasil menyelamatkan diri dengan naik kembali ke atas ponton. Sementara Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Ranggi berhasil selamat dengan naik ke atas ponton,” kata Fazzli.
Adapun Malik, warga Ganet, Tanjungpinang, hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Fazzli menyebutkan, laporan kejadian diterima pihaknya dari kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue segera berkoordinasi dengan Polsek Bintan Timur, Satpolairud Polres Bintan, serta Pos TNI AL Kijang.
Tim Rescue KPP Tanjungpinang yang berjumlah empat personel kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan rescue car type II, perahu karet, serta mesin tempel sekitar pukul 19.15 WIB.
“Jarak lokasi kejadian sekitar 11,15 mil laut dari Kantor SAR Tanjungpinang,” ujarnya.
Pencarian difokuskan di sekitar perairan Pulau Poto dengan metode penyisiran permukaan.
“Kami akan melakukan pencarian semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” kata Fazzli. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : Ratna Irtatik