Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pada dua turnamen awal BWF World Tour 2026 di Malaysia Open dan India Open, Indonesia gagal meraih juara. Prestasi terbaik diraih tunggal putra Jonatan Christie yang meraih runner-up di India Open (18/1). Kegagalan itu siap ditebus dalam Daihatsu Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, yang dimulai hari ini.
Kabidbinpres PP PBSI Eng Hian menilai nirgelar dalam dua turnamen sebelumnya bukan berarti pemain kurang kompetitif atau tidak fokus.
”Kami fokus juga. Hanya, memang kami tidak mengirim banyak atlet di dua turnamen itu karena sesuai program binpres,” katanya di Istora kemarin (19/1).
Malaysia-India Level Tinggi
Eng Hian menambahkan, level turnamen di Malaysia dan India yang tinggi juga jadi pertimbangan. Malaysia Open masuk level Super 1000 dan India Open level Super 750. Sementara Indonesia Masters level Super 500.
”Jadi, kami fokus pada atlet yang berkualifikasi di level tersebut,” tutur pria yang akrab disapa Koh Didi tersebut.
Indonesia Masters pun masuk prioritas PBSI, terlebih dengan status sebagai tuan rumah.
”Kami ingin membanggakan dan membahagiakan masyarakat Indonesia. Dua perak (runner-up) yang didapat sebelumnya (edisi 2025) tidak cukup. Paling tidak kami harus bisa dapat satu gelar kali ini,” katanya.
Maksimalkan Kuota
Pada Indonesia Masters tahun ini, tercatat 35 wakil merah putih sudah masuk dalam drawing dengan 26 di antaranya merupakan atlet pelatnas PBSI Cipayung. PBSI masih mengupayakan dua nama tambahan, termasuk tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.
”Untuk atlet muda tentu bisa jadi pengalaman berharga bisa main di Istora.”
Tunggal putra M. Zaki Ubaidillah atau Ubed termasuk yang antusias.
”(Akan jadi) pengalaman pertama main di Istora. Saya tentu ingin menunjukkan permainan sebaik mungkin,” kata atlet 18 tahun asal Sampang, Madura, tersebut.
Ganda putra Nikolaus Joaquin mengungkapkan bahwa bermain di Istora merupakan impiannya.
”Ini wishlist saya dari kecil. Tidak sabar jadi cepat-cepat main,” ucap pasangan Raymond Indra tersebut.
Sayangnya, drawing menempatkan empat wakil ganda putra Indonesia di pul bawah. Artinya, hanya ada satu ganda yang bisa sampai ke final seandainya menang terus. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO