Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Stok beras di Kabupaten Karimun, baik di tingkat distributor, pengecer, maupun di gudang Bulog, masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini dinilai cukup untuk menghadapi perayaan Imlek serta Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari mendatang.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Basori, memastikan ketersediaan beras premium dan medium masih mencukupi.
“Insya Allah stok beras premium dan medium di daerah kita masih aman, yakni sekitar seribu ton. Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah Kabupaten Karimun akan terus menjamin ketersediaan pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok masyarakat,” ujar Basori kepada Batam Pos.
Ia mengakui, hingga saat ini distributor lokal belum memutuskan untuk membeli beras dari Jawa atau Jakarta. Padahal, pekan lalu sejumlah distributor telah mengikuti kegiatan *business matching* yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Batam.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemilik pabrik beras dan pengusaha yang tergabung dalam Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Indonesia.
“Salah satu kendalanya memang terkait harga beli beras premium di Jawa atau Jakarta yang belum sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) untuk Karimun. Saat ini Karimun masih masuk zona 2 dengan HET beras premium Rp15.400 per kilogram,” jelasnya.
Basori menambahkan, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat mengkaji ulang zonasi wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Karimun, agar masuk ke zona 3 dengan HET beras premium sebesar Rp15.800 per kilogram.
“Alternatif lain, jika memungkinkan, pemerintah pusat bisa memberikan subsidi biaya transportasi beras premium. Dengan begitu, meskipun dijual sesuai HET Rp15.400 per kilogram, distributor tetap mendapatkan margin keuntungan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, Perum Bulog akan membantu menyuplai beras premium untuk Kabupaten Karimun. Dalam waktu dekat, tepatnya akhir bulan ini, Bulog dijadwalkan mendatangkan sekitar 250 ton beras premium dari Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menyampaikan bahwa usulan perubahan HET beras premium untuk Karimun dari Rp15.400 per kilogram menjadi Rp16.600 per kilogram tidak dibahas dalam pertemuan bersama Bapanas di Batam.
“Namun yang terpenting dari pertemuan tersebut, distributor beras premium di Karimun sudah bisa langsung bertemu dengan para pemilik perusahaan beras. Harapannya, distributor kita dapat membeli langsung ke produsen, tidak lagi melalui pihak ketiga,” ungkapnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY