Buka konten ini

SULSEL (BP) – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) dipastikan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hingga Minggu (18/1), tim SAR gabungan telah menemukan satu jenazah pria bersama sejumlah puing pesawat. Sementara sembilan orang lainnya masih dalam pencarian.
Puing pesawat berhasil diidentifikasi oleh TNI Angkatan Udara bersama SAR Gabungan pada pukul 08.05 WITA. Lokasi jatuhnya pesawat berada di ketinggian sekitar 1.390 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di koordinat 4°55’44,425” LS dan 119°44’50,093” BT.
Menindaklanjuti temuan tersebut, TNI AU mengerahkan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan satu personel Basarnas menggunakan helikopter. Setibanya di lokasi kejadian, tim langsung menyiapkan langkah awal evakuasi dan pengamanan area.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan operasi pencarian berlangsung di medan ekstrem dengan cuaca yang sangat menantang.
“Sejak pagi, tim SAR menghadapi hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Kondisi ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat dilakukan pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” ujarnya.
Di lapangan, beberapa Search and Rescue Unit (SRU) bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, sementara SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personel berhasil menyeberang ke titik dua.
Adapun, SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan akses aman untuk dilalui. Setelah berkoordinasi dengan posko induk, tim tersebut diarahkan kembali ke posko.
“Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi,” tambah Arif.
Tim yang berada di puncak inilah yang melaporkan penemuan satu korban. Namun, identitas korban belum diketahui. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur pendakian yang curam dan berisiko tinggi. Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi. Lokasi mesin pesawat turut teridentifikasi berdasarkan laporan visual dari lapangan.
“Pada pukul 14.20 WITA, telah ditemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT, berada di kedalaman jurang sekitar 200 meter, di sekitar serpihan pesawat. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” jelasnya.
Keterlibatan Unsur TNI dan AL
Selain mengerahkan unsur udara, TNI AU juga menurunkan prajurit gabungan dari Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Kopasgat, dan Yon Arhanud 23 Kopasgat. Tim darat ini bergabung dengan unsur SAR dan masyarakat setempat untuk memperkuat pencarian dan evakuasi.
Di sisi lain, TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI turut memberangkatkan Tim SAR Darat. Sebanyak 31 personel diterjunkan di bawah pimpinan Letda Mar M. Ridha, didukung empat personel tim kesehatan.
Sejumlah material pendukung operasi juga disiapkan, di antaranya dua truk, satu ambulans lapangan, dua alat GPS, 14 HT Hytera, dua set tali mountaineering, serta satu unit drone untuk membantu pencarian di medan sulit.
Tiga Pegawai Kementerian KKP Diduga Jadi Korban
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi bahwa tiga pegawai KKP berada dalam penerbangan tersebut. Ketiganya bertugas di bawah Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).
Mereka adalah Feri Irawan (Analis Kapal Pengawas), Deden Mulyana (Penata Muda Tingkat I), dan Yoga Noval (Operator Foto Udara).
Menurut Sakti, ketiganya sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara (air surveillance). Misi tersebut merupakan kegiatan rutin KKP, khususnya di wilayah perbatasan laut, dengan menggandeng Indonesia Air Transport sebagai operator pesawat.
“Kami memang memiliki pesawat untuk air surveillance dan bekerja sama dengan IAT. Pesawat ini rutin digunakan untuk operasi pengawasan di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, terutama di wilayah perbatasan laut,” ujarnya.
Data Kru Pesawat
Direktur Utama Indonesia Air Transport Adi Triwibowo mengklarifikasi bahwa jumlah kru yang berada di dalam pesawat sebanyak tujuh orang, bukan delapan seperti informasi yang sempat beredar.
Ketujuh kru tersebut adalah Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilia.
“Jadi informasi yang menyebutkan ada delapan kru tidak benar. Kami sampaikan jumlah kru yang onboard adalah tujuh orang,” tegas Adi.
Ia juga menyampaikan duka mendalam dan memastikan tim perusahaan telah berada di Makassar untuk mengikuti proses pencarian dan evakuasi. “Tim kami sudah meluncur ke Makassar untuk mengikuti seluruh proses tersebut,” katanya.
Adapun, untuk penanganan para korban musibah kecelakaan pesawat ini akan dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Sulawesi Selatan. Hal itu disampaikan Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan Pangdam untuk melaksanakan operasi penyelamatan. Kami juga telah mendirikan posko untuk memperlancar proses evakuasi korban,” ujarnya, dikutip dari FAJAR.
Ia juga menyebutkan, satu keluarga korban telah bersiap menjalani pemeriksaan ante mortem, yakni adik kandung dari kopilot Muhammad Farhan Gunawan. (*)
LAPORAN : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK