Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Korban jatuh ke laut dari Kapal Tamark 02 di Perairan Tanjungpinggir, Batam, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Minggu (18/1) sore. Korban ditemukan sekitar satu mil laut dari titik awal kejadian setelah Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga radius empat mil laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 16.50 WIB dalam kondisi masih dapat dikenali.
“Korban ditemukan pada pukul 16.50 WIB, berjarak kurang lebih satu mil laut dari lokasi awal dilaporkan jatuh. Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Dedius.
Usai ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh Tim SAR gabungan menggunakan alutsista laut menuju Dermaga Basarnas Batam. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Sakaria Jerianto, 23, laki-laki, yang sebelumnya dilaporkan jatuh ke laut dari Kapal Tamark 02 hari Jumat (16/1) sekitar pukul 17.30 WIB di Perairan Tanjungpinggir, Batam.
Sebelumnya, upaya pencarian memasuki hari kedua setelah korban belum ditemukan hingga akhir operasi SAR hari pertama. Pada Operasi SAR hari kedua (H+2), Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dari radius dua mil laut menjadi empat mil laut dengan mempertimbangkan arah arus laut serta kondisi cuaca.
“Pada hari kedua, area pencarian kami perluas hingga empat mil laut dari titik korban jatuh. Kondisi cuaca cukup menantang, angin kencang dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga satu meter,” jelas Dedius.
Untuk memaksimalkan pencarian, Basarnas mengerahkan sejumlah alutsista, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Pos SAR Batam, kapal Aqua Ace, serta drone thermal yang digunakan untuk pemantauan dari udara, terutama di area perairan yang sulit dijangkau kapal.
“Drone thermal kami gunakan untuk membantu pemantauan dari udara, khususnya pada area dengan keterbatasan jarak pandang,” tambahnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan sebagai kejadian man overboard (MOB). Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang menerima laporan pada Sabtu (17/1) pukul 06.48 WIB dari Elryk Jacobus, selaku Master Kapal Tamark 02. Berdasarkan laporan awal, korban diduga terpeleset sebelum akhirnya terjatuh ke laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Operasi SAR hari pertama, Basarnas Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung melakukan koordinasi awal dan lanjutan dengan Vessel Traffic Service (VTS) Batam serta Polairud Polda Kepulauan Riau. Tim rescue yang berjumlah enam personel dikerahkan ke lokasi kejadian menggunakan Rescue Car Type II dan RIB 03 Batam untuk melakukan penyisiran.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR terhadap insiden MOB Kapal Tamark 02 resmi ditutup. Basarnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang turut membantu selama proses pencarian berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak selama operasi SAR,” tutup Dedius. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO