Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kasus penganiayaan yang berujung kematian terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Legenda, Batam Kota, Minggu (18/1) siang. Seorang pria berinisial R, 27, tewas setelah dianiaya oleh pasangannya sendiri, S alias D, 17.
Peristiwa berdarah itu terjadi di dalam kamar kos yang ditempati keduanya. Korban mengalami luka parah di bagian kepala setelah dipukul menggunakan batu cobekan. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah mengamankan pelaku di lokasi kejadian tak lama setelah peristiwa berlangsung.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” ujar Bobby.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penganiayaan dipicu persoalan cemburu. Korban disebut merasa tidak nyaman karena pelaku kerap menerima pesan WhatsApp dari pria lain.
“Korban dan pelaku merupakan pasangan sesama jenis. Karena cemburu, korban meminta hubungan mereka diakhiri, namun pelaku tidak menerima,” jelas Bobby.
Permintaan untuk mengakhiri hubungan itu memicu cekcok di dalam kamar kos. Dalam pertengkaran tersebut, pelaku mendorong korban hingga terjatuh, lalu memukul bagian belakang kepala korban menggunakan batu cobekan.
“Akibat pukulan itu, korban mengalami pendarahan hebat dan retak pada tengkorak kepala,” tambahnya.
Sementara itu, Yoni, salah seorang tetangga kos, mengaku sering mendengar pertengkaran dari kamar yang ditempati korban dan pelaku. Menurutnya, keduanya telah tinggal di kos tersebut sekitar lima bulan terakhir.
“Sering ribut. Pernah dengar piring dilempar sampai pecah. Sudah biasa,” ujarnya.
Ia juga menyebut korban lebih sering terlihat beraktivitas di luar kamar, sementara pelaku jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya.
“Korban itu bekerja dan sering keluar. Kalau pelaku lebih sering di dalam kamar,” tutup Yoni.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas penyidikan dan memastikan proses hukum terhadap pelaku. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO