Buka konten ini

KEPALA BP Batam, Amsakar Achmad, mengakui gejolak distribusi air bersih di wilayah Bengkong dan Batuampar belum dapat diselesaikan secara permanen dalam waktu dekat. Keterbatasan anggaran membuat penanganan titik-titik bermasalah harus dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini.
Amsakar menjelaskan, saat ini terdapat 18 stress area yang teridentifikasi dalam jaringan distribusi air bersih. Dari jumlah tersebut, BP Batam baru mampu menangani delapan titik pada tahun berjalan, sementara sepuluh titik lainnya akan dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.
“Ini pekerjaan bertahap. Tidak bisa selesai dalam satu waktu karena pos anggarannya tersebar di masing-masing kedeputian. Dukungan tambahan anggaran juga sudah kami sampaikan di forum DPR RI,” ujar Amsakar, Jumat (16/1).
Ia menambahkan, BP Batam telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, sekaligus mengambil langkah-langkah taktis dalam merespons keluhan warga. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan menyeluruh terhadap sistem distribusi air belum dapat dirampungkan dalam waktu dekat.
Selain kendala anggaran, persoalan teknis juga menjadi tantangan. Salah satunya terkait pengoperasian tangki ozon. Berdasarkan analisis tim teknis, pembukaan aliran dari tangki tersebut justru berpotensi mengganggu distribusi air ke sejumlah kawasan baru yang sebelumnya telah mendapatkan pasokan.
“Kalau tangki itu dibuka, aliran akan kembali ke wilayah lama yang sudah terdistribusi, sementara perumahan-perumahan baru justru bisa tidak kebagian air,” jelasnya.
Menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, BP Batam telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan air bersih di wilayah terdampak. Amsakar memastikan proses perbaikan tetap berjalan, meski penuntasan secara total belum dapat dicapai dalam waktu dekat. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO