Buka konten ini

NONGSA (BP) – Aktivitas penyeberangan di lintasan Tanjunguban–Batam terpantau masih ramai hingga Minggu (18/1), seiring berlanjutnya arus balik masyarakat pascalibur Isra Mikraj 1447 Hijriah. Kepadatan arus penyeberangan didominasi kendaraan, terutama dari Tanjunguban menuju Batam.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, mengatakan peningkatan arus penyeberangan mulai terlihat sejak Sabtu hingga Minggu. Meski demikian, lonjakan tidak terjadi merata di seluruh segmen layanan.
“Secara kasatmata memang ramai. Ada peningkatan, tetapi tidak di semua segmen. Yang paling terlihat pada lintasan Tanjunguban–Punggur,” ujar Andri, Minggu (18/1).
Menurut Andri, arus balik mayoritas bergerak dari Tanjunguban ke Batam. Selain faktor libur panjang Isra Mikraj, kondisi cuaca turut memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi laut.
“Dalam kondisi cuaca tertentu, masyarakat cenderung memilih kapal roro dibandingkan speed boat. Hal ini memengaruhi komposisi penumpang dan kendaraan,” jelasnya.
Andri memastikan seluruh penumpang dan kendaraan dapat terangkut dengan baik tanpa penumpukan. Saat ini, jadwal keberangkatan kapal masih diberlakukan setiap 1 jam 15 menit, menyusul kebijakan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang mengurangi jumlah trip dari kondisi normal 13 trip menjadi 11 trip.
“Seluruh kapal terisi dan tidak ada antrean panjang. Pelayanan berjalan lancar,” tegasnya.
Ia menambahkan, data produksi penyeberangan untuk Minggu (18/1) masih dalam proses rekapitulasi dan baru akan rampung pada malam hari.
Sementara itu, berdasarkan data produksi ASDP Cabang Batam H+1 Isra Mikraj 2026, periode 17 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, aktivitas penyeberangan di dua pelabuhan utama menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor kendaraan.
Di Pelabuhan Telagapunggur, jumlah trip kapal meningkat dari 7 trip pada 2025 menjadi 11 trip pada 2026, atau naik 57 persen, dengan jumlah kapal operasi tetap empat unit.
Penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 658 orang atau turun tipis 1 persen, sedangkan penumpang dalam kendaraan naik 2 persen menjadi 1.150 orang.
Lonjakan paling tajam terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 602 unit, meningkat 49 persen. Kendaraan truk juga melonjak drastis dari 12 unit menjadi 36 unit, atau naik 200 persen. Sebaliknya, kendaraan kecil dan bus justru mengalami penurunan.
Di Pelabuhan Tanjunguban, jumlah trip kapal meningkat dari 8 trip menjadi 11 trip, atau naik 38 persen, dengan jumlah kapal operasi tetap empat unit. Namun, jumlah penumpang pejalan kaki turun 25 persen dari 761 orang menjadi 570 orang. Penumpang dalam kendaraan juga mengalami penurunan sebesar 12 persen.
Meski demikian, kendaraan roda dua masih mencatatkan kenaikan 10 persen. Sementara itu, kendaraan truk meningkat signifikan dari 11 unit menjadi 27 unit, atau naik 145 persen.
Secara umum, kondisi operasional pelabuhan terpantau normal dengan cuaca cerah berawan. Arus penyeberangan pun berlangsung aman, lancar, dan terkendali. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO