Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Pijat Akupresur Bakal Masuk Itinerary Wisata

BATAM KOTA (BP) – Pelantikan Pengurus Perkumpulan Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) periode 2025- 2030 yang digelar di Kota Batam, Sabtu (17/1/2026), menjadi momentum penguatan peran akupresur dalam mendukung pengembangan pariwisata kesehatan di Kota Batam dan Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, kehadiran P3AI diharapkan mampu memperkaya ragam produk pariwisata, khususnya pada segmen wellness tourism atau wisata kebugaran. Menurutnya, layanan akupresur yang berkualitas dan tersertifikasi memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam paket perjalanan wisata.

”Layanan akupresur bisa dimasukkan ke dalam itinerary wisata. Setelah wisatawan beraktivitas, berbelanja, atau berkeliling kota, mereka dapat menikmati layanan relaksasi dan kesehatan. Ini sejalan dengan upaya mewujudkan Sapta Pesona sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Batam,” ujar Ardiwinata.

Ia juga menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada seluruh pengurus P3AI Kepulauan Riau yang baru dilantik. Ardiwinata berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, serta komitmen untuk terus belajar dan mengabdi, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan menegaskan bahwa akupresur sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan tradisional memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah terus mendorong agar layanan kesehatan tradisional berkembang secara aman, bermutu, bertanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah juga berharap P3AI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para terapis, memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat, serta menjaga etika dan standar pelayanan demi keselamatan pasien dan kepercayaan publik. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong pengembangan akupresur berbasis ilmu pengetahuan, pengalaman, dan kearifan lokal.

Ketua P3AI Kepulauan Riau, Gusri Sawadi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan pengurus dan jajaran organisasi.
Ia menegaskan bahwa akupresur merupakan ilmu kesehatan yang bermanfaat dan relatif mudah diaplikasikan di tengah masyarakat melalui teknik penekanan pada titik-titik meridian tubuh.

Menurut Gusri, pengembangan akupresur tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para terapis. Karena itu, P3AI Kepri akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, serta perangkat daerah lainnya.

”Kami ingin akupresur dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi sumber penghidupan yang layak bagi para praktisi. Kami mengajak seluruh peminat, pemerhati, dan pelaku akupresur untuk terus belajar, berkembang, dan bersama-sama memajukan akupresur di Kepulauan Riau,” kata Gusri.

Ia berharap kepengurusan P3AI periode 2025 – 2030 mampu menjalankan program-program inovatif yang selaras dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung Batam sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tidak hanya menawarkan wisata belanja dan bahari, tetapi juga layanan kesehatan tradisional yang berkualitas. (*)

Reporter : Ratna Irtatik
Editor : Jamil Qasim