Modal usaha yang awalnya hanya ia kumpulkan dari uang jajan, sejak masih sekolah hingga kuliah, ia putar kembali, kini berhasil mendapatkan omzet 25 juta perbulan.

Berawal dari hobi berjualan sejak masih dibangku Sekolah Dasar, wanita berusia 25 tahun ini, Nurmalinda atau kerap disapa Linda, menekuni hobinya hingga saat ini, yaitu berjualan dessert.
“Waktu itu saya sering jualan es lilin, pena dan pensil ke teman-teman kelas, sekadar untuk menambah uang jajan, dari situlah rasa senang berjualan itu muncul,” ungkap Linda.
Seiring berjalannya waktu, tepatnya saat duduk dibangku SMA tahun 2017, Linda mulai serius berjualan dessert, yaitu jar cake. Syukurnya, mendapat respon bagus, peminatnya cukup ramai.
“Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan usaha ini dan membuat akun Instagram sebagai media promosi, bukan hanya ke teman-teman sekolah saja,” ujarnya.
Awalnya, ia merasa cukup bingung dalam menentukan nama Instagram dan konsep menu yang akan dirinya jual. Namun, karena produk awal yang ia buat adalah jar cake, yang berisi cake berlapis cream di dalam jar, akhirnya Linda memilih nama Jarcream.
“Menurut saya, jar itu wadah dan isinya cream, dan hampir semua dessert juga menggunakan cream, kemudian saya tambahkan huruf LND diakhir, singkatan dari nama saya, Linda,” paparnya.
Menu selanjutnya, yang ia jual adalah cream cheese, usaha miliknya semakin ramai saat dirinya mulai jualan Cilmoz (Cilok Mozarella), karena saat itu masih jarang sekali yang menjual cilok dengan isian mozarella. Bahkan, pada masa itu Linda bisa produksi hingga 5 kali sehari.
Setelah lulus SMA, Linda melanjutkan kuliah di luar kota, tepatnya di Universitas Riau, Pekanbaru, dengan jurusan yang masih berhubungan dengan bisnis, dengan harapan dirinya bisa mendalami ilmunya, sebelum terjun langsung.
“Karena kuliah di luar kota, akun Instagram usaha saya sempat tidak aktif, tapi setiap kali saya pulang ke Batam, saya selalu berusaha mengaktifkannya kembali,” ucapnya.
Setelah lulus kuliah di tahun 2023, Linda mengaku langsung mendapatkan pekerjaan, ia bekerja dari Senin hingga Sabtu, dan di hari Minggu ia membuka Pre-order jualan.
“Tapi hanya bertahan sekitar 3–4 bulan aja, setelah kurang lebih satu tahun bekerja, saya akhirnya memutuskan untuk resign dan fokus menekuni usaha saya sampai sekarang,” ungkapnya.
Linda mengaku, sebenarnya ia tidak memiliki basic baking, hanya bermodal mental dan tekad untuk membangun usaha. Ia belajar secara otodidak, mulai dari resep-resep di buku, YouTube, hingga TikTok yang sangat membantu.
“Untuk sistem penjualan, saya membuka PO untuk menu tertentu atau ketika bahan baku terbatas. Sementara menu lainnya, saya usahakan ready setiap hari,” terangnya.
Menu yang Linda jual juga cukup beragam, mulai dari: Burnt cheesecake (mulai dari 48k), Fudgy brownie (mulai dari 28k), Bolu ketan hitam keju lumer (mulai dari 35k), Brownie banana pudding (mulai dari 35k)
“Bolu ketan hitam keju lumer , yang dari zaman viral sampai sekarang masih menjadi best seller, dan juga brownie banana pudding,” sebutnya. “Saya juga sering mengikuti tren dengan menjual menu-menu viral, seperti cheesecake Tom & Jerry dan dessert viral lainnya,” imbuhnya.
Linda bercerita, modal usaha ia dapatkan dari uang jajan yang dirinya kumpulkan dan ia putar kembali. Bahkan saat kuliah, uang jajannya juga ia gunakan sebagai modal berjualan di sekitar lingkungan kampus.
“Untuk modal awal membuka usaha kembali setelah lulus kuliah, kurang lebih hanya sekitar 300 ribu rupiah,” ungkapnya.
Saat ini Linda hanya berjualan secara online melalui Instagram @jarcream_lnd. Produksi masih dilakukan di rumah dengan dibantu oleh 1 orang staff, dan untuk jam operasional maksimal untuk pickup adalah pukul 20.00–22.00 malam.
Linda memberitahu, untuk sementara, pemesanan hanya melalui Instagram dan WhatsApp, dan belum menerima pengiriman ke luar kota. Customer biasanya order melalui DM Instagram atau WhatsApp yang link nya sudah ia cantumkan di bio.
“Saya menganggap hampir semua customer sebagai teman, mungkin hal inilah yang membuat usaha saya bisa bertahan sampai sekarang. Bukan hanya soal dessert yang enak, tetapi juga pelayanan yang baik. Bahkan, ada customer yang sampai saling follow dengan akun Instagram pribadi saya,” ujarnya senang.
Salah satu alasan yang membuat dirinya bertahan berjualan adalah karena omzet yang pernah menyentuh angka 25 juta rupiah per bulan, bahkan pernah mencapai 3–4 juta rupiah per hari. Untuk kondisi ekonomi sekarang, ia bersyukur omzetnya masih bisa mencapai hampir 2 kali UMK Batam per bulan.
“Menurut saya, selama kita punya tekad yang kuat untuk membangun usaha, jalankan saja. Jangan terlalu banyak membuat rencana yang akhirnya hanya jadi wacana,” ucap Linda.
Baginya, tidak ada yang sempurna di awal, semua bisa diperbaiki sambil berjalan. Terus belajar, ambil kursus sesuai minat, dan jangan pedulikan omongan orang seperti, “kok sudah S1 tapi jualan?” Karena yang menentukan jalan hidup kita adalah diri kita sendiri. Dan Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah atas semua usaha yang kita jalani.
Dari usaha ini, Linda belajar bahwa tidak semua hal berjalan sesuai keinginan. Kadang terasa berat, tetapi dirinya memilih berjalan pelan namun pasti untuk membangun semuanya.
“Target saya dalam waktu dekat, semoga bisa membuka outlet agar customer bisa datang setiap hari dan semakin banyak orang yang bisa menikmati dessert enak dari @jarcream_lnd,” ucapnya mengakhiri perbincangan. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM