



Pada Minggu malam, 11 Januari 2026, sebuah kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang di Panti Asuhan Permate, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Api berkobar sekitar pukul 23.30 WIB, sementara sebagian besar penghuni sedang tertidur lelap. Seorang pengurus panti menjadi saksi pertama saat api mulai menjalar setelah listrik padam secara tiba-tiba.
Gudang yang terbakar berisi barang-barang mudah terbakar seperti kipas angin, televisi, mesin air, mesin pemotong rumput, dan sofa, sehingga kobaran api cepat membesar. Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, seluruh anak asuh dan pengurus berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Namun seluruh isi gudang ludes terbakar, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, namun penyelidikan masih berlanjut.
Pada 15 Januari 2026, Polresta Barelang merampungkan rekonstruksi 97 adegan dalam kasus tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini (25) di mess agency Jodoh Permai, Kecamatan Batuampar. Rangkaian reka ulang menggambarkan alur kejadian dari awal konflik hingga saat korban meninggal dunia, yang semakin memperkuat dugaan pembunuhan berencana oleh para tersangka. Suasana sempat memanas ketika warga yang menyaksikan rekonstruksi meneriaki pelaku saat digiring ke kendaraan tahanan.
Pada 14 Januari 2026, DPRD Kota Batam bersama Pemerintah Kota Batam (Pemko Batam) menggelar rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Batam dengan agenda utama mendengarkan pendapat Wali Kota Batam terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu Kota Batam.
Rapat ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala perangkat daerah. Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan nilai adat serta budaya Melayu sebagai bagian dari jati diri Batam. Penyusunan Ranperda ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum mengenai kedudukan, peran, dan fungsi lembaga adat dalam masyarakat Batam di tengah pesatnya pembangunan dan dinamika sosial.
Pada pertengahan Januari 2026, BP Batam turun langsung di Bengkong Harapan II Kecamatan Bengkong untuk memastikan distribusi air bersih kembali normal setelah adanya keluhan warga terkait gangguan pasokan. Tim BP Batam meninjau langsung jaringan pipa dan instalasi distribusi, sekaligus berkoordinasi dengan operator air untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, BP Batam menegaskan komitmennya menjaga layanan air bersih tetap berjalan, terutama di kawasan padat penduduk. Sejumlah langkah teknis dilakukan, mulai dari pengecekan tekanan air, pengaturan distribusi bergilir, hingga perbaikan kebocoran pipa. Kehadiran langsung BP Batam di lapangan diharapkan memberi kepastian kepada warga Bengkong bahwa persoalan air menjadi perhatian serius pemerintah.
Sepanjang 11–16 Januari 2026, Fakultas Kedokteran Universitas Batam bersama Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah menggelar bakti kesehatan kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sebagai bentuk dukungan terhadap korban bencana banjir bandang. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk masyarakat terdampak. (*)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM