Kamis, 5 Maret 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Darah, Obat, dan Mandi Kembang

Mantan Pekerja Bongkar Ritual Aneh Agency LC Wilson Cs

Di tengah proses rekonstruksi pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini (25), fakta baru mencuat ke publik. Sejumlah mantan pekerja dan saksi mengungkap adanya ritual-ritual aneh yang diduga dilakukan di bawah manajemen agency LC yang dioperasikan Wilson dan kawan-kawan.

Pengakuan itu disampaikan langsung saat menyaksikan rekonstruksi di rumah lokasi kejadian di Perumahan Jodoh Permai, Batuampar, Kamis (15/1).
Pengaduan tersebut disampaikan RD (22), seorang mantan pekerja di MK Manajemen. Ia mengaku pernah bekerja selama sekitar satu bulan sebelum akhirnya memilih kabur karena tidak tahan dengan suasana kerja dan perlakuan pimpinan. Menurut RD, setiap calon pekerja LC diwajibkan mengikuti ritual yang dinilainya tidak masuk akal dan mengarah pada tindakan yang merendahkan martabat manusia.

”Ritual aneh memang ada. Pakai darah dari sayatan tangan, dicekoki obat dan minuman, sampai mandi kembang. Itu keharusan buat calon LC,” ungkap RD.
Ia menuturkan, ritual tersebut dilakukan sebelum seseorang benar-benar ditempatkan bekerja di tempat hiburan malam.

Menariknya, RD mengaku tidak melamar sebagai LC, melainkan sebagai pengawal para LC. Namun meski posisinya berbeda, ia tetap menyaksikan langsung praktik ritual dan berbagai keanehan yang terjadi di dalam rumah manajemen tersebut. ” Ada banyak hal aneh di sana. Cara mereka memperlakukan orang juga tidak manusiawi,” katanya.

RD juga menggambarkan sosok Wilson sebagai pribadi yang arogan dan ringan tangan terhadap pekerja. ”Kalau gaji dan hak sebenarnya tidak masalah. Tapi arogannya itu yang tidak tahan. Salah sedikit main tonjok aja,” ujar RD.

Ia menyebut hanya mampu bertahan sekitar sebulan sebelum akhirnya mencari cara untuk keluar. Untuk bisa meninggalkan lokasi, RD mengaku terpaksa meminta ibunya menelepon pihak manajemen dengan alasan sakit.

”Saya suruh mama telepon bilang mama sakit, supaya saya bisa pulang. Dari situ saya kabur dan tidak kembali lagi,” tuturnya.
Kesaksian serupa disampaikan seorang perempuan yang kini berada dalam pendampingan tim kuasa hukum Hotman Paris 911. Perempuan tersebut menyatakan ritual aneh itu memang menjadi kewajiban bagi calon LC yang dianggap melawan atau belum patuh sebelum bekerja.

”Entah apa efeknya, saya juga tidak tahu. Tapi itu ritual yang harus dijalani anak baru,” katanya.
Menurut saksi tersebut, terdapat belasan LC yang berada di bawah manajemen Wilson cs. Beberapa di antaranya kini menjadi saksi kunci dalam kasus kematian Dwi Putri Aprilian Dini. Kesaksian mereka dinilai penting untuk membuka tabir praktik internal agency yang selama ini tertutup.

RD dan saksi lain berharap pengungkapan fakta-fakta ini menjadi pertimbangan serius aparat penegak hukum. Mereka menilai perbuatan para pelaku tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan.
”Perbuatan mereka ke korban itu sangat tidak manusiawi. Hukuman harus berat,” tegas RD.

Senada, kuasa hukum korban dari Hotman Paris 911 melalui Maya Rumanti menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas. Ia berharap seluruh fakta, termasuk dugaan ritual dan praktik kekerasan di dalam manajemen agency, dapat dibuka di persidangan.
”Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” ujarnya.(***)

Reporter : Eusebius Sara
Editor : Alfian Lumban Gaol