Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengimbau orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Meskipun hasil tes ini bukan menjadi penentu kelulusan, TKA memiliki banyak manfaat penting dalam memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar.
Pendaftaran TKA untuk kelas VI SD dan kelas IX SMP akan dibuka pada Senin (19/1) hingga 28 Februari 2026. Sama seperti penyelenggaraan TKA jenjang SMA/SMK/sederajat, TKA ini dirancang untuk memetakan kemampuan akademik murid secara objektif, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan, TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan.
“Jadi TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujarnya, Jumat (16/1).
Selain itu, TKA juga dirancang untuk mengukur kesiapan murid dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya.
Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu komponen yang digunakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Untuk mendukung kesiapan peserta didik, murid dapat berlatih dan mengenal bentuk soal TKA melalui laman Ayo Coba TKA serta Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan. Di sana, disediakan contoh soal dan materi pendukung yang sesuai dengan jenjang masing-masing, sehingga murid dapat lebih siap menghadapi tes.
Sekretaris Jenderal PGRI, Dudung Abdul Qadir, menekankan pentingnya dukungan orang tua meski TKA bersifat sukarela. Menurutnya, tes ini dapat membantu memotret kemampuan akademik dasar siswa sejak dini. Selain itu, TKA juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kemampuan literasi dan numerasi anak sehingga dapat dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran di masa depan.
“Tujuan intinya adalah untuk pemetaan kualitas pendidikan,” ujar Dudung di Jakarta, Kamis (15/1). Ia menambahkan, mengingat TKA juga akan menjadi salah satu syarat masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, orang tua diharapkan memberikan izin dan dukungan penuh agar anak-anak dapat berpartisipasi secara maksimal.
Dengan dukungan orang tua, murid dapat mengikuti TKA secara optimal, memperoleh pengalaman belajar tambahan, dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi pendidikan lanjutan. PGRI menekankan, keberhasilan TKA akan sangat bergantung pada partisipasi aktif murid dan peran serta orang tua dalam mendukung proses tersebut. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK