Buka konten ini
SEOUL (BP) – Bank sentral Korea Selatan menginjak rem. Setelah setahun terakhir agresif memangkas bunga, Bank of Korea (BoK) kini memilih menahan suku bunga acuannya di level 2,5 persen. Langkah itu ditempuh untuk meredam tekanan nilai tukar won yang anjlok ke posisi terlemah dalam 16 tahun terakhir.
Gubernur BoK Rhee Chang-yong mengatakan, keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas pasar keuangan, khususnya di pasar valuta asing. Pelemahan won terhadap dolar AS (USD) dinilai sudah mengkhawatirkan di tengah derasnya arus keluar modal.
“Situasi pasar valuta asing menjadi faktor penting dalam keputusan hari ini. Nilai tukar sempat membaik, tetapi kembali melemah sehingga kami harus lebih waspada,” ujar Rhee seperti yang dilansir Reuters, Jumat (16/1).
BoK mencatat won Korsel terus tertekan akibat ketegangan geopolitik global serta keluarnya dana investor asing. Dari survei Reuters terhadap 34 ekonom, mayoritas memang memprediksi BoK akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini.
Sejak Oktober 2024, BoK telah memangkas suku bunga total 100 basis poin untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, pelemahan won membuat bank sentral mulai mengerem pelonggaran moneter. Dalam pernyataan terakhirnya, BoK menyebut akan lebih berhati-hati menentukan waktu pemangkasan lanjutan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI