Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Pasar nasional dipastikan akan tetap mampu menyerap produksi semen. Namun, peningkatannya diprediksi tidak akan tinggi. Sebab pasar domestik masih menghadapi kondisi overcapacity di 2025.
Pebisnis merasa bahwa industri masih punya ruang pertumbuhan tahun ini. Prediksi yang muncul, penjualan semen tanah air bakal tumbuh 2,5 persen. Namun, pertumbuhan tersebut harus disertai dengan upaya ekstra pelaku industri.
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk Dendi Ramdani menyampaikan, pertumbuhan industri semen di tanah air masih bisa tumbuh. Namun, angkanya memang tak tinggi. Sekitar 2,5 persen. Faktor pendorongnya antara lain peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti. ’’Memang, industri masih dihadapkan pada tantangan overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi. Tapi, masih ada potensi,’’ ujarnya Rabu (14/1).
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menambahkan, tantangan yang ada harus diatasi dengan berbagai upaya transformasi bisnis. Langkah untuk menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan menjadi kunci vital.
Menurutnya, karakteristik pelanggan di tiap-tiap daerah berbeda. Hal itu membuat perusahaan harus merancang strategi khusus untuk masing-masing daerah. Pihaknya juga meningkatkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien. ’’Kami ingin terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan. Setiap produk dan layanan kami tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,’’ jelasnya.
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari menambahkan, salah satu fokus tahun ini masih soal konstruksi berkelanjutan. Dia mengatakan, perusahaan sudah memperkenalkan inovasi semen hijau SIG yang diproduksi dengan material dan proses yang ramah lingkungan.
Sehingga produk mereka lebih rendah emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional. ’’Kami juga memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi di atas 90 persen,’’ ungkapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI