Buka konten ini

BINTAN (BP) – Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bintan Timur mulai mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (12/1).
Kedua SPPG tersebut masing-masing berada di Kilometer (Km) 20 Gunung Lengkuas dan Kampung Jati Kijang Kota. Dengan beroperasinya dua unit baru ini, total SPPG yang telah beroperasi di daratan Bintan kini mencapai 11 unit dari target 22 SPPG.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menekankan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan dapur SPPG agar kualitas dan keamanan konsumsi tetap terjamin.
Dengan mulai beroperasinya dua SPPG tersebut, Roby berharap SPPG lainnya dapat segera menyusul beroperasi untuk mengakomodasi seluruh penerima manfaat MBG, mulai dari siswa, ibu menyusui, hingga balita.
Selain di wilayah daratan, pemerintah daerah juga akan membangun SPPG di wilayah pulau. Untuk tahap awal, ditargetkan sembilan SPPG akan dibangun di pulau-pulau.
“Kita akan dorong SPPG di pulau-pulau semoga bisa segera beroperasi,” ujar Roby usai meresmikan dua SPPG di SPPG Km 20 Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (14/2).
Sementara itu, Kepala SPPG Kampung Jati Kijang Kota, Suci Nursamsi, mengatakan pada hari pertama operasional, pihaknya telah mendistribusikan makan bergizi gratis kepada 1.113 penerima manfaat di tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1, RA Istiqomah, dan SD Negeri 017.
Namun, terdapat pengurangan jumlah penerima manfaat di SMP Negeri 1 sebanyak delapan orang dari unsur siswa dan guru, sehingga total penerima saat ini menjadi sekitar 1.105 orang.
“Saat ini kita menyuplai sekolah yang paling dekat dengan dapur,” ujar Suci.
Ke depan, kata Suci, jumlah penerima manfaat SPPG Kampung Jati Kijang Kota diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2.978 orang, termasuk ibu menyusui, balita, serta siswa dari sekolah lain.
“Tapi kemungkinan akan bertambah lagi,” katanya.
Suci berharap SPPG yang dipimpinnya dapat terus meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat Bintan.
Hal senada disampaikan Kepala SPPG Km 20 Gunung Lengkuas, Prayogo. Ia menyebutkan, sejak mulai beroperasi, SPPG tersebut telah mendistribusikan MBG ke dua sekolah, yakni SMP Negeri 3 dan SD Negeri 011, dengan jumlah penerima sekitar 1.322 orang.
Pada pekan berikutnya, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat menjadi sekitar 2.700 orang yang berasal dari 16 sekolah.
Meski demikian, Prayogo mengakui masih terdapat sejumlah kendala di awal operasional, salah satunya sistem pemesanan bahan baku yang masih bersifat mendadak karena kebutuhan cukup besar.
“Kami terus memperbaiki sistem pemesanan bahan baku agar dapat memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis bagi para pelajar,” ujarnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : Gustia Benny