Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Penumpukan sampah selama hampir sebulan membuat warga Perumahan Gesya Enternal Marina, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, resah. Sampah rumah tangga yang tak kunjung diangkut menumpuk di depan rumah warga dan menimbulkan bau busuk serta lalat.
Tono, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan. Tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama membuat warga terpaksa hidup dengan aroma tak sedap setiap hari.
“Sudah hampir sebulan sampah di perumahan ini tidak diangkut. Padahal, kami rutin membayar iuran sampah setiap bulan,” ujarnya, Selasa (13/1).
Ia menilai penanganan sampah di Kota Batam terkesan tidak konsisten. Menurutnya, pengangkutan sampah baru dilakukan ketika ada kunjungan pejabat ke kawasan perumahan tersebut.
“Waktu akhir Desember 2024 ada warga yang menggelar pesta pernikahan dan mengundang pejabat. Sebelum acara itu, sampah diangkut. Setelahnya, sampai sekarang tidak lagi,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kebingungan membuang sampah. Sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di sekitar perumahan juga dilaporkan mengalami penumpukan.
“Mau buang sendiri juga takut kena denda karena dianggap buang sampah sembarangan,” ungkap Tono.
Ia berharap pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam maupun kecamatan segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, pengangkutan sampah seharusnya dilakukan secara rutin, bukan hanya pada momen tertentu.
“Jangan kucing-kucingan. Jangan bersih hanya saat pejabat datang makan rendang, setelah rendangnya habis, sampah kembali menggunung,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Satria, warga lainnya. Ia menilai tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga.
“Kalau dibiarkan terus, yang datang bukan cuma bau, tapi penyakit. Lalat banyak, setiap hari harus menghirup bau busuk,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO