Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang milik Panti Asuhan Permate di kawasan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Minggu (11/1) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun seluruh isi gudang dilaporkan hangus terbakar.
Api pertama kali diketahui saat seluruh anak asuh dan pengurus panti tengah terlelap tidur di asrama. Salah seorang pengurus bernama Febri melihat kobaran api dari arah gudang, disusul padamnya aliran listrik dan terdengar suara kaca pecah serta letupan keras.
Pengurus Panti Asuhan Permate, Ibrahim, mengatakan situasi sempat membuat panik karena api cepat membesar. Gudang tersebut merupakan bangunan semi permanen yang menyimpan banyak barang mudah terbakar.
“Anak-anak sudah tidur, yang terjaga hanya pengurus. Saat api muncul, listrik langsung padam. Api cepat membesar karena di dalam gudang banyak barang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Menurut Ibrahim, gudang itu menyimpan berbagai peralatan seperti sofa, kipas angin, televisi, mesin air, hingga mesin pemotong rumput. Kobaran api bahkan hampir menyambar sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi.
Seluruh anak panti langsung dibangunkan dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Para pengasuh berteriak meminta bantuan warga sekitar sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Puluhan anak asuh kemudian diarahkan ke mushala terdekat untuk menghindari risiko lebih besar.
“Alhamdulillah anak-anak selamat dan dalam kondisi sehat. Gudang ini terpisah dari bangunan utama, jadi api tidak merembet ke asrama,” katanya.
Warga sekitar panti asuhan turut membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Berkat kerja cepat petugas dan warga, kebakaran tidak sempat menjalar ke bangunan asrama maupun dapur panti.
Pemilik Panti Asuhan Permate Tembesi, Hermanto, mengungkapkan situasi saat kejadian sangat mencekam. Api tiba-tiba sudah berkobar besar saat dirinya dan para pengasuh terbangun dari tidur.
“Kami semua sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara pecah dan ledakan. Saat keluar, api sudah besar dari arah gudang. Fokus utama kami menyelamatkan anak-anak,” ujarnya, Senin (12/1).
Hermanto memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena hampir seluruh isi gudang ludes terbakar. Selain peralatan elektronik dan mesin, sejumlah barang lain seperti alat pertukangan, perlengkapan olahraga, bibit sayuran, pakaian, hingga perlengkapan anak-anak ikut hangus. Satu unit sepeda motor dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat panas dan api, sementara kaca jendela di sekitar gudang pecah karena kuatnya letupan.
“Kerugian masih kami hitung. Yang jelas, hampir semua isi gudang habis terbakar,” katanya.
Ibrahim menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi saat kejadian, di mana seluruh anak asuh berada di dalam asrama dan tidak ada aktivitas di gudang.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI – EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO