Buka konten ini

LONDON (BP) – MotoGP musim 2026 memunculkan regulasi baru. Yakni, terkait restart atau menghidupkan kembali mesin motor yang sempat terhenti karena insiden. Regulasi itu ditegaskan oleh Federasi Balap Motor Dunia (FIM). Dalam keterangan resminya, FIM melarang pembalap MotoGP dan WorldSBK untuk menghidupkan kembali motor mereka dari pinggir lintasan setelah kecelakaan.
Sebelumnya, pembalap yang motornya berhenti setelah senggolan, diperbolehkan untuk menghidupkan kembali tunggangannya di area run-off. Namun, hal ini berpotensi menciptakan situasi berbahaya.
Sebab, marshal dan pembalap harus tetap berada di area run-off saat balapan masih berlangsung. Nah, regulasi baru dari FIM menyebutkan, upaya untuk menghidupkan kembali motor yang mesinnya berhenti setelah kecelakaan, harus dilakukan di belakang pembatas pinggir lintasan. Dan, pembalap masih dapat kembali ke lintasan dari sana.
‘’Jika motor tetap menyala, pembalap dapat kembali ke lintasan, tetapi marshal dapat mencegah mereka kembali. Yakni, jika setelah pemeriksaan mereka menganggap motor tersebut mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan situasi berbahaya jika kembali ke lintasan, seperti kebocoran cairan,’’ demikian pernyataan resmi FIM lewat rilisnya seperti dikutip Crash.
Perubahan peraturan dari FIM ini merupakan hasil keputusan yang dibuat oleh Komisi Grand Prix dan Komisi SBK. Hal ini telah dikomunikasikan dalam surat yang ditujukan kepada panitia balap sirkuit, federasi nasional, promotor balapan, IRTA, dan anggota komisi balap sirkuit.
FIM menambahkan bahwa hanya pembalap yang dapat melakukan “perbaikan atau penyesuaian” pada motor mereka setelah kecelakaan, dan hal ini juga harus dilakukan di belakang pembatas. Petugas lintasan masih diperbolehkan untuk membantu pembalap menghidupkan kembali motor mereka, tetapi dilakukan di belakang pembatas. FIM menyatakan bahwa pembaruan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan petugas lintasan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO