Buka konten ini

JAKARTA (BP) – David Beckham dan Victoria Beckham dilaporkan terus berupaya memperbaiki hubungan mereka dengan putra sulungnya, Brooklyn Beckham, dan menantu perempuan mereka, Nicola Peltz Beckham.
Dilansir dari laman People pada Sabtu (10/1), Keretakan hubungan keluarga tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan belum menemukan titik temu. Meski demikian, pasangan selebritas itu dikabarkan tetap ingin melanjutkan hubungan secara baik.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa David dan Victoria telah berulang kali meminta Brooklyn dan Nicola untuk bertemu serta berbicara secara langsung.
Upaya tersebut dilakukan agar hubungan keluarga dapat kembali membaik dan berlanjut ke depan. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan.
Brooklyn Beckham dilaporkan memilih membatasi komunikasi dengan orang tuanya. Ia bahkan disebut telah mengirimkan pemberitahuan hukum yang menyatakan bahwa segala bentuk komunikasi harus dilakukan melalui pengacaranya.
Langkah ini menandai sikap tegas Brooklyn dalam menjaga jarak dari keluarganya.
Di tengah situasi tersebut, David Beckham disebut sangat terpukul dengan kondisi hubungan keluarganya.
Sumber dekat keluarga menyatakan bahwa David sangat mencintai seluruh anaknya dan selalu berusaha menjaga ikatan keluarga. Victoria Beckham juga disebut memiliki keinginan yang sama untuk memperbaiki keadaan.
David dan Victoria tetap mengundang Brooklyn dan Nicola dalam berbagai acara keluarga, baik bersifat pribadi maupun publik.
Termasuk di antaranya undangan ke acara penganugerahan gelar ksatria David Beckham yang berlangsung pada November lalu. Namun, kehadiran Brooklyn dan Nicola dalam acara keluarga tersebut tidak pernah terwujud.
Ketegangan hubungan ini turut tercermin di media sosial, di mana kedua pihak tidak lagi saling mengikuti akun masing-masing. Brooklyn dan Nicola juga merayakan Natal secara terpisah dari keluarga Beckham.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Brooklyn maupun David dan Victoria terkait penyelesaian konflik tersebut. (*)
Reporter : JP Group
Editor : GUSTIA BENNY