Buka konten ini

BATAM (BP) – Harga daging ayam potong di pasaran Batam hingga kini masih bertahan tinggi, bahkan selisih harga antara ayam segar dan ayam beku kian menipis akibat keterbatasan pasokan.
Tak hanya ayam segar, ayam beku—yang biasa disebut ayam es—juga dijual dengan harga mahal. Saat ini, selisih harga antara ayam segar dan ayam beku hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram. Kondisi tersebut jauh berbeda dibanding situasi normal, ketika perbedaan harga bisa mencapai Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
Pedagang menyebut, terbatasnya stok ayam beku menjadi salah satu penyebab utama harga ikut terkerek naik. Akibatnya, jarak harga antara ayam segar dan ayam beku semakin tipis.
Di sejumlah pasar tradisional Batam, harga ayam potong segar saat ini berada di kisaran Rp44 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Tingginya harga dipengaruhi pasokan yang belum stabil, sementara permintaan masih cukup tinggi pasca Natal dan Tahun Baru.
Andi, pedagang ayam di Batam, mengakui harga ayam beku sudah melonjak sejak Desember lalu. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena ketersediaan ayam beku di pasaran terbatas.
“Untuk ayam es memang sudah mahal sejak Desember. Stoknya terbatas, jadi harga ikut naik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasokan ayam beku berasal dari dalam negeri maupun impor. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah pasokan saat ini tidak sebanyak biasanya.
“Ayam es itu ada yang dari dalam dan luar negeri. Tapi sekarang informasinya memang terbatas, makanya harganya mahal,” katanya.
Meski harganya tinggi, ayam beku tetap memiliki peminat. Andi menyebut, sebagian konsumen memilih ayam beku karena menilai rasa dan teksturnya berbeda dibanding ayam segar.
“Banyak yang tetap cari ayam es karena katanya rasanya beda. Tapi memang ada juga yang tidak suka,” ujarnya.
Sementara konsumen yang kurang menyukai ayam beku, lanjut Andi, memilih membeli ayam potong segar meski harganya juga tidak murah.
Kondisi serupa diungkapkan Ari, pedagang ayam potong di kawasan Bintan Center. Ia mengatakan harga ayam potong hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Harga ayam potong masih mahal sampai sekarang,” katanya.
Menurut Ari, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada ayam segar, tetapi juga ayam beku. Keduanya sama-sama terdampak pasokan yang belum stabil.
“Sekarang bukan cuma ayam segar, ayam es juga mahal. Selisihnya tipis,” ujarnya.
Ia menilai, lonjakan permintaan saat momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun membuat produksi ayam tidak mampu mengejar kebutuhan pasar.
Hal senada disampaikan Dimas, pedagang ayam di Pasar Bengkong. Ia menyebut harga ayam potong di wilayah tersebut masih bertahan tinggi sejak akhir tahun lalu.
“Di Bengkong juga masih mahal. Belum ada penurunan,” ujarnya.
Menurut Dimas, harga ayam segar dan ayam beku saat ini hampir sama. Kondisi tersebut memicu keluhan pembeli karena biasanya ayam beku dijual jauh lebih murah.
Ia menambahkan, selama pasokan ayam belum kembali normal, harga di tingkat pedagang diperkirakan masih akan bertahan.
“Kalau pasokan belum lancar, harga susah turun. Pembeli juga mau tidak mau tetap beli,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, belum dapat dikonfirmasi terkait harga ayam potong yang masih tinggi di pasaran. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO