Buka konten ini
BATAM (BP) – Di tengah sorotan lembaga internasional World Bank yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di dunia, kondisi Kota Batam justru menunjukkan tren sebaliknya. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat tingkat kemiskinan di Batam terus menurun dalam lima tahun terakhir, baik dari sisi persentase maupun jumlah penduduk miskin.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan, pada 2025 persentase penduduk miskin di Kota Batam tercatat sebesar 3,81 persen. Angka tersebut menurun cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk Batam, persentase penduduk miskin terus mengalami penurunan,” ujar Eko, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan, secara historis angka kemiskinan di Batam sempat mengalami fluktuasi, terutama akibat dampak pandemi Covid-19 yang melemahkan perekonomian. Pada 2021, persentase penduduk miskin berada di angka 5,05 persen, lalu meningkat menjadi 5,19 persen pada 2022.
“Pada periode itu, ekonomi masih dalam fase pemulihan pascapandemi, sehingga angka kemiskinan sempat naik,” jelasnya.
Namun, sejak 2023 tren tersebut mulai berbalik. Persentase penduduk miskin pada 2023 turun menjadi 5,02 persen, kembali menurun pada 2024 menjadi 4,85 persen, hingga mencapai 3,81 persen pada 2025.
Penurunan juga terjadi dari sisi jumlah penduduk miskin.
Pada 2025, jumlah penduduk miskin di Kota Batam tercatat sekitar 68,04 ribu orang. Angka ini turun cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada Maret 2024 BPS mencatat sebanyak 83,57 ribu warga Kota Batam masih hidup di bawah garis kemiskinan.
“Baik secara jumlah maupun persentase, penduduk miskin di Batam berkurang pada 2025,” kata Eko.
Di sisi lain, BPS juga mencatat kenaikan Garis Kemiskinan (GK) di Kota Batam. Pada 2025, GK Batam mencapai Rp954.437 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp903.960 per kapita per bulan.
Kenaikan tersebut tercatat sebesar 5,58 persen dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK