Buka konten ini

BALI (BP) – WORCAS Group berencana mendirikan kantor pusat di Bali sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis sekaligus upaya mendorong penguatan perekonomian daerah. Pulau Dewata dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan usaha jangka panjang.
Grup usaha ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari industri kopi dan cokelat Indonesia, manufaktur serta distribusi produk konsumsi, pariwisata dan kuliner, hingga jasa profesional dan konstruksi, termasuk firma hukum, kontraktor, serta layanan desain interior.
Presiden Direktur WORCAS Group, Roysevelt, mengatakan pengembangan bisnis di Bali merupakan wujud komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi, Rabu (7/1).
WORCAS menargetkan penguatan posisi bisnis dalam jangka panjang. Pemilihan Bali tidak hanya didasarkan pada reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga karena potensinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata nasional yang diyakini memberikan efek berganda bagi masyarakat dan pelaku usaha setempat.
Kantor pusat WORCAS Group di Bali akan dibangun di kawasan strategis Nusa Dua, dengan luas bangunan sekitar 5.000 meter persegi. Gedung ini dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang menjadi pusat manajemen, koordinasi bisnis, serta pengembangan inovasi perusahaan.
Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Selain berfungsi sebagai pusat operasional regional, kantor pusat ini akan menampung beragam aktivitas korporasi, mulai dari pengelolaan bisnis kopi dan cokelat premium Indonesia, pengembangan merek nasional ke pasar global, hingga ruang kolaborasi dengan mitra strategis dan UMKM lokal Bali.
Proyek ini diperkirakan membawa dampak ekonomi yang luas, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas rantai pasok, serta kontribusi signifikan bagi sektor konstruksi, pariwisata, dan industri kreatif di Bali. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO