Buka konten ini

LINGGA (BP) – Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.739 warga Kabupaten Lingga tercatat pindah domisili ke luar daerah. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.842 orang.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga, Recky Sarman Timur, mengatakan alasan warga memilih pindah ke luar daerah cukup beragam.
“Faktor penyebabnya antara lain pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan kesehatan,” ujar Recky.
Dari total 1.739 warga yang pindah ke luar daerah, sebanyak 871 orang berjenis kelamin laki-laki dan 868 orang perempuan.
Selain arus keluar penduduk, Recky menyebut terdapat pula warga dari luar daerah yang pindah domisili ke Kabupaten Lingga. Sepanjang 2025, jumlah pendatang tercatat sebanyak 890 orang.
“Warga dari luar daerah yang pindah ke Lingga sebanyak 890 orang, terdiri dari 481 laki-laki dan 409 perempuan,” jelasnya.
Tingginya mobilitas penduduk ke luar daerah dinilai mencerminkan masih terbatasnya lapangan pekerjaan serta fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Lingga.
Mohamad, salah seorang warga Lingga, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, banyak warga terpaksa mencari penghidupan di luar daerah karena minimnya kesempatan kerja di kampung halaman.
“Padahal Lingga memiliki potensi besar, seperti timah, bauksit, pariwisata, dan hasil laut. Jika dikelola dengan baik, seharusnya bisa membuka banyak lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memahami keputusan warga yang memilih pindah demi bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi daerah yang belum stabil. “Dalam situasi ekonomi yang lesu dan lapangan kerja yang minim, pindah ke luar daerah menjadi pilihan yang realistis,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat bekerja lebih maksimal dalam mengelola potensi yang dimiliki Lingga.
“Pemerintah harus serius menggali potensi tambang dan pariwisata. Jangan hanya bergantung pada dana transfer pusat, tetapi bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah dengan menarik investor demi kemajuan Lingga,” pungkas Mohamad. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY