Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menutup 2025 dengan sejumlah capaian penting, mulai dari realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melampaui target hingga keberhasilan lifting minyak mencapai sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.
Berdasarkan data kinerja ESDM 2025, realisasi PNBP sektor ESDM tercatat sebesar Rp138,37 triliun. Capaian ini melampaui target dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp127,44 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari subsektor sumber daya alam (SDA) mineral dan batubara (minerba) dengan capaian 104,38 persen. Kemudian disusul SDA panas bumi sebesar 103,4 persen, serta PNBP sektor lainnya yang melonjak hingga 311,05 persen.
“Terkait PNBP, di saat harga komoditas—batubara misalnya—tidak terlalu tinggi, Alhamdulillah kinerja ESDM tetap mampu mendorong pencapaian target PNBP sektor minerba hingga 108,56 persen, melampaui target,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kemarin (8/12).
Namun demikian, tidak semua subsektor mencatat kinerja optimal. Pada sektor minyak dan gas bumi (migas), realisasi PNBP belum mencapai target. “Ketika harga tidak sampai USD80 per barel, itu berdampak pada pendapatan negara. Pendapatan kita di sektor migas mencapai Rp105,04 triliun atau sekitar 83 persen dari target. Penyebabnya, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN sebesar USD82 per barel,” beber Bahlil.
Di sisi lain, sektor migas tetap mencatat capaian strategis. Sepanjang 2025, rata-rata lifting minyak bumi berhasil mencapai 605,3 ribu barel per hari atau 100,05 persen dari target APBN. “Target kita 605,3 ribu barel per hari atau setara 100,05 persen. Alhamdulillah, target lifting tercapai, bahkan sedikit melampaui,” urai Bahlil. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO