Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Komika Pandji Pragiwaksono kembali memicu kontroversi atas lawakannya yang dinilai menyinggung saat tampil dalam acara Mens Rea dan ditayangkan oleh Netflix.
Protes terhadap komedi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono diekspresikan oleh sejumlah pemuda dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemuda Muhammadiyah dengan mengelar aksi demonstrasi di depan kantor Komdigi dan kantor KPI pada Rabu (7/1).
Aksi demonstrasi itu digelar karena mereka tersinggung dengan komedi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono yang dianggap bukan termasuk komedi sehat. Tapi merupakan bentuk penggiringan opini yang mengarah kepada rasisme, body shaming, ujaran Kebencian, hingga fitnah yang berpotensi memecah belah.
“Pandji telah menodai nilai-nilai komedi dengan melontarkan materi-materi yang rasis, menggiring opini tanpa bukti, serta merendahkan identitas dan kapasitas NU dan Muhammadiyah,” kata Rizki Abdul Rahman Wahid selaku koordinator aksi.
Mereka tersinggung dengan pernyataan Pandji Pragiwaksono soal tambang yang diberikan kepada NU dan Muhammadiyah sebagai politik balas budi.
“Apalagi narasi suara (dalam pemilu) NU dan Muhammadiyah diminta dengan penukaran. Ini adalah sikap yang memuat kebencian yang tidak pantas disampaikan,” ungkapnya.
Dalam aksi demonstrasi yang digelar pemuda NU dan Muhammadiyah, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta pemerintah memberikan sikap tegas kepada Netflix agar tidak lagi menjadi sumber polusi.
Mereka juga menuntut Pandji Pragiwaksono untuk meminta maaf kepada NU, Muhammadiyah, dan masyarakat dengan disertai pengakuan atas kesalahan yang telah dia perbuat.
Tuntutan lainnya, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana ujaran Kebencian, penghasutan, rasisme, fitnah, dan propaganda yang diduga dilakukan Pandji Pragiwaksono.
Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus selalu seiring dengan tanggung jawab moral, dan hukum. (*)
Reporter : JP Group
Editor : GUSTIA BENNY