Buka konten ini

ADA alasan kenapa kamar mandi hotel selalu terasa istimewa. Ruangnya lega, tampilannya cantik, dan suasananya bikin mood langsung naik. Tak heran kalau banyak orang tergoda merenovasi kamar mandi rumah agar tampil ala hotel—biar tiap hari mandi rasanya seperti sedang liburan.
Gaya kamar mandi hotel identik dengan minimalis modern. Dekorasinya tak berlebihan, tetapi detailnya matang. Hasilnya: bersih, nyaman, dan menenangkan. Berikut sejumlah inspirasi yang bisa ditiru, dari yang mewah hingga sederhana, bahkan untuk ruang super mungil.
Minimalis Modern, Favorit Hotel
Desain minimalis modern paling sering dipakai hotel. Permainannya ada pada warna, material, dan pencahayaan.
Semi outdoor, misalnya, kerap ditemui di hotel bintang lima dan resort. Area terbuka diletakkan di sisi terluar, dilengkapi taman mini. Bathtub dan wastafel hadir berdampingan, dibalut warna putih dan abu-abu yang bersih. Lantai semen ekspos jadi pilihan karena awet dan antiselip.
Kalau ingin suasana lebih hangat, warna krem dan cokelat tua bisa jadi andalan. Dipadu lampu kuning temaram, kamar mandi tak lagi terasa dingin. Tata letaknya rapi: wastafel, kloset, serta bak berendam mini dengan pancuran—pas untuk me time.
Bagi pencinta rendam air hangat, built-in bathtub dari batu alam bisa jadi opsi. Bentuk dan ukurannya fleksibel, menyatu dengan meja wastafel. Wastafel double sink dengan kabinet kayu menambah kesan eksklusif, cocok untuk kamar mandi utama.
Sederhana tapi Tetap Nyaman
Tak semua orang mengejar kemewahan. Kamar mandi sederhana pun bisa tampil hotel-look.
Gaya industrial modern dengan keramik motif semen ekspos memberi kesan rapi dan tegas. Area pancuran dan bathtub dipisah jelas, dilengkapi niche untuk menyimpan perlengkapan mandi.
Sekat kaca juga jadi trik jitu. Dipadu standing bathtub, ruang terasa lebih lapang dan modern. Keramik terrazzo memberi sentuhan ceria, sementara material kayu pada kabinet dan kursi menjaga kesan hangat.
Kecil Bukan Berarti Tak Cantik
Ukuran 1×1 meter pun masih bisa tampil menawan. Kuncinya ada pada sanitary ramping dan warna cerah. Putih jadi pilihan aman, dipermanis motif geometri sederhana. Cermin unik, tanaman mungil, serta exhaust fan membantu fungsi sekaligus estetika.
Penataan vertikal juga efektif. Niche di dinding atas kloset, rak handuk di bagian tertinggi, dan pancuran dipasang sejajar. Pintu geser atau bukaan keluar membuat ruang gerak lebih lega.
Ukuran Sedang, Lebih Leluasa
Di kamar mandi 2×2 meter, pancuran dan bathtub bisa disatukan untuk efisiensi ruang. Warna putih dipadu hijau tua dan aksen kuningan menghadirkan kesan elegan ala hotel klasik.
Sentuhan vintage juga menarik. Sekat kaca berbentuk lengkung, keramik semi klasik, serta kabinet kayu dengan anyaman rotan menciptakan nuansa hangat dan eksklusif.
Sementara gaya semi industrial memadukan keramik putih motif bata, lantai belah ketupat, dan elemen besi hitam. Kontrasnya kuat, tapi tetap seimbang dengan kabinet kayu dan cermin bulat.
Kamar Mandi Utama, Ruang Ritual
Untuk ukuran 2×3 meter, kamar mandi bisa jadi ruang perawatan diri. Selain pancuran dan bathtub, tambahkan bangku atau niche duduk di area basah agar ritual perawatan makin nyaman. Material batu alam memperkuat kesan mewah.
Ada pula konsep panggung mini, di mana area basah justru lebih tinggi. Marmer putih dipadu hitam pekat di sekelilingnya menciptakan kontras dramatis.
Tak kalah menarik, kamar mandi di loteng serba kayu. Dinding dan plafon bernuansa putih menghadirkan kesan hangat. Bathtub hitam dipilih sebagai focal point yang langsung mencuri perhatian.
Kamar mandi ala hotel tak selalu soal ukuran atau kemewahan. Dengan desain yang tepat, ruang kecil pun bisa terasa nyaman. Yang penting, fungsional, bersih, dan mampu memberi rasa rileks seperti hotel, tapi di rumah sendiri. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO