Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang diperkirakan melanda seluruh wilayah Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Kota Batam, selama tiga hari ke depan.
Peringatan tersebut disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam. Cuaca ekstrem yang melanda seluruh wilayah ini diprakirakan berlangsung mulai Rabu (7/1) hingga Jumat (10/1).

Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Rizky F.W., menjelaskan angin kencang dipicu aktifnya angin monsun Asia yang bertiup dari Benua Asia menuju Australia. Angin ini bersifat basah dan membawa banyak uap air.
“Angin monsun Asia ini juga diperkuat oleh masih aktifnya fenomena La Nina, sehingga pergerakan angin terasa lebih cepat dan intens,” ujar Rizky saat dihubungi Batam Pos, Kamis (8/1).
Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan seluruh wilayah Kepri masih berpotensi mengalami cuaca kurang bersahabat, terutama angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain angin kencang, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan Kepri yang dapat membahayakan pelayaran kapal kecil dan aktivitas nelayan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG,” kata Rizky.
Sementara itu, BMKG Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprediksi kondisi cuaca ekstrem terutama di perairan Kepulauan Riau, berpotensi berlangsung hingga akhir Maret 2026.
Kepala Stasiun BMKG RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasi, menjelaskan tinggi gelombang laut dipengaruhi angin musiman dari Benua Asia menuju Australia yang lazim terjadi pada periode Januari hingga Maret.
“Hingga Maret 2026, angin Asia masih aktif sehingga menyebabkan tinggi gelombang di wilayah Kepri cukup signifikan,” kata Kosasi, Kamis (8/1).
Ia merinci, ketinggian gelombang di perairan Tanjung Balai Karimun masih relatif rendah, sekitar 0,5 hingga 1,25 meter. Sementara perairan Bintan hingga Tambelan berada pada kategori sedang, dan perairan Natuna bagian utara berpotensi mencapai gelombang hingga 4 meter.
BMKG mengimbau nelayan serta pelaku transportasi laut meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan informasi cuaca serta peringatan dini.
“Nelayan kecil dan transportasi antarpulau harus ekstra hati-hati, apalagi jika angin kencang disertai gelombang tinggi,” ujarnya.
Kecepatan angin di wilayah Bintan berkisar 10–12 knot, Tambelan 7–10 knot, dan Batam sekitar 5–11 knot. Kondisi tersebut berisiko bagi pelayaran skala kecil jika tidak diantisipasi dengan baik.
Penumpang Mual, Kapal Letung Ditunda
Gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau membuat perjalanan laut lintasan Lingga–Batam terasa tidak nyaman bagi sejumlah penumpang. Beberapa penumpang bahkan mengalami mual hingga muntah akibat hempasan ombak di tengah perjalanan.
Pantauan Batam Pos di Dermaga Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Kamis (8/1) siang, sejumlah penumpang terlihat lemas setelah turun dari kapal. Asri, salah satu penumpang feri, mengaku mengalami mual hebat akibat kuatnya gelombang selama pelayaran. “Luar biasa gelombangnya, jadi mual,” ujarnya.
Menurutnya, kapal beberapa kali dihantam ombak cukup tinggi sehingga membuat penumpang tidak nyaman. Meski demikian, ia bersyukur kapal dapat tiba dengan selamat di Batam.
“Alhamdulillah bisa sampai dengan selamat. Deg-degan selama perjalanan,” katanya.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Deni Cahyadi, membenarkan adanya gelombang tinggi di sejumlah perairan. Namun hingga saat ini belum ada penundaan keberangkatan dari Pelabuhan Telaga Punggur.
“Memang ada gelombang, tapi sementara belum ada penundaan. Hanya ada penyesuaian jalur pelayaran agar lebih aman,” ujarnya.
Untuk pelayaran feri tujuan Tanjungpinang masih berjalan normal. Sementara speedboat ke Tanjunguban dialihkan melalui perairan dalam lewat Pulau Ngenang.
Namun, pihaknya memutuskan menunda keberangkatan kapal feri tujuan Letung pada Jumat (9/1) karena prakiraan cuaca buruk di wilayah tersebut.
“Untuk Letung, besok tidak diberangkatkan karena cuaca di sana diperkirakan buruk,” jelasnya.
Feri Internasional Tetap Normal
Di tengah cuaca kurang bersahabat, aktivitas pelayaran feri internasional dari Pelabuhan Internasional Batam Center menuju Singapura dan Malaysia masih berjalan normal.
Kepala Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, mengatakan operasional feri internasional berlangsung dengan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan.
“Keberangkatan feri internasional masih berjalan baik. Meski cuaca kurang mendukung, kami terus memantau dan menyampaikan informasi cuaca terbaru kepada para nakhoda,” ujarnya.
Dalam sehari, Pelabuhan Internasional Batam Center melayani sekitar 50–55 trip perjalanan feri internasional. Informasi cuaca dari BMKG diperbarui secara berkala dan diteruskan kepada operator kapal. BMKG kembali mengimbau masyarakat pesisir, operator kapal, dan pengguna transportasi laut agar tidak memaksakan pelayaran jika kondisi cuaca dinilai berisiko serta selalu mengikuti informasi resmi cuaca. (*)
Reporter : YASHINTA – AZIS MAULANA – M. SYA’BAN – MOHAMAD ISMAIL
Editor : RATNA IRTATIK