Buka konten ini

SUPLAI unit apartemen pada 2025 disebut memasuki fase konsolidasi. Seperti yang terjadi di kota-kota besar, pengembang cenderung menahan diri untuk mengembangkan unit baru dan memilih menyelesaikan proyek yang sudah berjalan.
Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 2028 mendatang. Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menilai, di Jakarta sendiri masih terdapat beberapa penyelesaian proyek tower apartemen. Namun, pada periode kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2025 tidak ada tambahan suplai unit baru. Total terdapat sekitar 2.200 unit stok apartemen, jumlah tersebut lebih rendah 50 persen dibandingkan 2024.
“Banyak proyek yang seharusnya selesai akhir tahun, tetapi diundur. Sementara itu, penyerapan selama 2025 lebih tinggi sekitar 300 unit dibanding capaian 2024. Memang tidak signifikan, namun yang terpenting tetap ada pertumbuhan,” jelasnya, Rabu (7/1).
Di Surabaya, kondisi serupa juga terjadi. Tidak ada suplai apartemen baru sepanjang 2025. Sejumlah pengembang masih melanjutkan proyek hunian vertikal yang telah berjalan.
Meski demikian, karakter pasar apartemen di Surabaya dan Jakarta berbeda. Dari total unit apartemen, Surabaya Barat menyerap 43 persen dari total populasi, Surabaya Timur 41 persen, serta Surabaya Pusat dan Surabaya Selatan masing-masing sekitar 8–9 persen.
“Pasokan ke depan bakal terpusat di Surabaya Barat, mungkin sedikit di Surabaya Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi penjualan di Surabaya juga berbeda dibandingkan Jakarta. Di ibu kota, calon pembeli apartemen tidak lagi semata-mata melihat harga murah, melainkan lebih fokus pada kepastian penyelesaian proyek. Sementara itu, konsumen di Surabaya masih memandang apartemen sebagai investasi gaya hidup.
“Di Surabaya, banyak yang memilih proyek yang sudah selesai. Biasanya mereka juga memilih proyek yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan,” ujarnya. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO