Buka konten ini

DUBAI (BP) – Arab Saudi bersiap melakukan liberalisasi besar di pasar keuangannya. Mulai 1 Februari mendatang, negara kerajaan itu membuka pasar modalnya bagi seluruh investor asing. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menarik aliran dana global dan meningkatkan likuiditas pasar.
Otoritas Pasar Modal Arab Saudi (Capital Markets Authority/CMA) menyatakan perubahan aturan tersebut menghapus skema Qualified Foreign Investor (QFI) yang selama ini menjadi pintu masuk terbatas bagi investor internasional.
“Langkah ini memungkinkan investor dari seluruh dunia berinvestasi langsung di pasar modal Arab Saudi. Kebijakan ini diharapkan mendukung arus masuk dana asing dan meningkatkan likuiditas pasar,” ujar CMA dalam pernyataan resminya yang dilansir Reuters, kemarin (7/1).
Pembukaan akses tersebut menjadi bagian dari agenda reformasi ekonomi Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor minyak. Hingga kini, kerajaan tersebut terus menggenjot daya tarik investasi asing, termasuk melalui pembentukan exchange-traded funds (ETF) bersama mitra Asia di Jepang dan Hong Kong.
Meski demikian, analis menilai dampak kebijakan itu terhadap pasar dalam jangka pendek cenderung terbatas. JP Morgan menyebutkan sebagian besar investor institusional global sejatinya sudah memiliki akses untuk berinvestasi di pasar saham Arab Saudi.
“Sebagai catatan, perubahan regulasi yang paling ditunggu investor adalah pelonggaran batas kepemilikan asing. Hal itulah yang akan memberikan dampak positif signifikan bagi pasar,” tulis JP Morgan dalam risetnya.
Optimisme pasar sempat menguat pada September lalu setelah muncul laporan bahwa CMA mempertimbangkan pelonggaran batas kepemilikan asing hingga 49 persen pada perusahaan tercatat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO