Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Rapat paripurna perdana DPRD Kota Batam tahun 2026 diwarnai dengan banyaknya kursi anggota dewan yang kosong. Fenomena ini menjadi sorotan karena rapat yang digelar Rabu (7/1) tersebut membahas sejumlah agenda penting dan strategis.
Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Batam sekitar pukul 14.00 WIB. Agenda utama mencakup penyampaian laporan hasil reses masa persidangan I Tahun Sidang 2025 serta laporan kinerja DPRD Kota Batam sepanjang tahun 2025. Selain itu, paripurna juga mengagendakan penutupan masa persidangan I sekaligus pembukaan masa persidangan II Tahun Sidang 2026.
Tidak hanya itu, DPRD Batam juga menyampaikan serta memberikan penjelasan pengusul terhadap sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Di antaranya Ranperda tentang Lembaga Adat Melayu Kota Batam serta beberapa Ranperda lain yang dinilai penting.
Pantauan di ruang paripurna menunjukkan, meski rapat telah berjalan, sejumlah kursi anggota dewan tetap terlihat kosong. Pemandangan kursi yang tidak terisi tampak mencolok di beberapa deret bangku.
Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaludin, menyampaikan bahwa jumlah anggota dewan yang hadir mencapai 33 orang dari total 50 anggota. Dengan jumlah tersebut, rapat dinyatakan memenuhi kuorum dan tetap bisa dilanjutkan.
Namun secara visual, hanya sekitar 26 kursi yang tampak terisi di dalam ruang sidang. Pada jajaran pimpinan, kursi Ketua DPRD Batam diduduki Muhammad Kamaludin bersama Wakil Ketua I, Aweng Kurniawan.
Sementara itu, kursi Wakil Ketua II DPRD Batam, Budi Mardiyanto, terlihat kosong. Kursi Wakil Ketua III, Hendra Asman, juga kembali tidak terisi. Hendra diketahui sudah lama tidak aktif karena masalah kesehatan dan pada November 2025 lalu telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO