Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Proses lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Batam ditargetkan tuntas paling lambat Februari 2026. Hal itu disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang menegaskan perlunya percepatan agar kinerja organisasi dan akuntabilitas anggaran dapat berjalan utuh dalam satu tahun anggaran.
Menurut Amsakar, penetapan pejabat definitif sejak awal tahun menjadi kunci agar tidak terjadi pergantian di tengah jalan yang dapat mengganggu kesinambungan program. Ia mengaku telah menekankan hal tersebut kepada Sekda Batam saat apel pegawai beberapa waktu lalu.
Ia berharap hasil lelang jabatan bisa diumumkan pada Januari ini. Namun, jika masih terdapat kendala teknis, Februari menjadi batas akhir.
“Syukur-syukur akhir Januari sudah bisa ditunjuk pejabat baru. Tapi kalau masih ada kendala, setidaknya Februari sudah ada orang baru,” ujarnya, Rabu (7/1).
Amsakar menilai, jika proses lelang molor hingga triwulan pertama, akan terjadi penyambungan masa tugas antara pejabat lama dan pejabat baru dalam satu siklus anggaran. Kondisi itu dikhawatirkan menimbulkan kerancuan dalam pelaksanaan tugas serta menyulitkan pertanggungjawaban kinerja dan keuangan.
“Kalau kita baru rombak di triwulan satu, nanti pejabatnya bersambung. Saya ingin satu saja, sehingga pertanggungjawaban keuangan dan kinerjanya jelas,” tegasnya.
Ia menambahkan, percepatan lelang jabatan bukan semata penyegaran struktur, tetapi juga memastikan program prioritas daerah dapat diimplementasikan sejak awal tahun. Dengan penetapan pejabat lebih cepat, para Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dapat langsung bekerja penuh.
“Kalau Februari sudah jalan, mereka bisa melaksanakan satu tahun penuh. Biasanya Januari hanya persiapan administrasi, tapi kalau pejabatnya definitif sejak awal, semua bisa langsung tancap gas,” katanya.
Amsakar berharap seluruh tahapan lelang jabatan berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti. “Doakanlah, mudah-mudahan Februari sudah dapat orang,” tutupnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO