Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Sepanjang 2025, Bea Cukai (BC) Batam melakukan 2.261 kali penindakan terhadap berbagai pelanggaran kepabeanan dan cukai. Dari seluruh penindakan tersebut, nilai barang yang berhasil diamankan mencapai Rp243,21 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp61,91 miliar.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, Evi Octavia, menjelaskan bahwa jumlah penindakan tersebut terdiri atas 766 kasus Barang Kena Cukai (BKC) hasil tembakau, 45 penindakan BKC minuman mengandung etil alkohol (MMEA), 15 penindakan BKC campuran, serta 62 penindakan yang berkaitan dengan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP). “Jumlah tersebut tumbuh 139,5 persen dibandingkan tahun 2024,” ujarnya, Rabu (7/1).
Dari hasil penindakan, BC Batam mengamankan 29,61 juta batang hasil tembakau dengan nilai barang sekitar Rp51,76 miliar. Selain itu, juga diamankan MMEA sebanyak 4.808,82 liter serta 1,4 juta gram hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dengan nilai barang kurang lebih Rp8,74 miliar.
“Untuk NPP, kami berhasil mengungkap berbagai modus penyelundupan, mulai dari ganja, etomidate, ekstasi, hingga berbagai obat psikotropika lainnya,” kata Evi.
Selain pengawasan, capaian kinerja positif juga terlihat dari sisi penerimaan negara. Sepanjang 2025, BC Batam menghimpun penerimaan sebesar Rp938,79 miliar, melampaui target Rp594,55 miliar. Realisasi tersebut terdiri atas Bea Masuk Rp401,84 miliar yang tumbuh 3,39 persen dibandingkan 2024, Bea Keluar Rp463,31 miliar yang naik signifikan 146,1 persen, serta penerimaan cukai Rp73,65 miliar dengan pertumbuhan 93,93 persen.
“Kinerja tersebut mencerminkan komitmen Bea Cukai Batam dalam menjalankan fungsi sebagai revenue collector, trade facilitator, dan community protector secara seimbang,” ungkap Evi.
Ia menambahkan, capaian sepanjang 2025 menunjukkan tren positif, baik dari sisi penerimaan negara, kualitas pelayanan, maupun efektivitas pengawasan. “Bea Cukai Batam akan terus memperkuat sinergi dan meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga kedaulatan ekonomi dan keamanan negara,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO