Buka konten ini

NTT (BP) – Upaya Tim SAR Gabungan mencari korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali membuahkan hasil. Pada Selasa (6/1) sekitar pukul 14.30 WITA, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan masih memfokuskan pencarian terhadap dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Pada hari ke-12 operasi SAR, satu dari dua jenazah warga negara asing (WNA) asal Spanyol tersebut berhasil ditemukan.
Fathur menjelaskan, operasi pencarian dilakukan di pulau-pulau terdekat, termasuk dengan penurunan sonar dan penyelaman. Sekitar pukul 14.30 WITA, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan setempat terkait temuan bangkai KM Putri Sakinah.
“Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan bahwa mereka menemukan bangkai KM Putri Sakinah yang di dalamnya terdapat satu korban dalam keadaan meninggal dunia,” kata Fathur.
Jenazah korban dan bangkai kapal ditemukan pada koordinat 08°36’35,139” LS dan 119°40’36,826” BT. Titik tersebut berjarak sekitar 7,48 mil laut dari lokasi tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 lalu.
“Selanjutnya Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 mengevakuasi korban ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan kepada Tim DVI Polres Manggarai Barat,” jelas Fathur.
Saat peristiwa tenggelamnya kapal wisata tersebut, empat WNA asal Spanyol dinyatakan hilang. Selama hampir dua pekan operasi SAR, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keempat korban diketahui merupakan satu keluarga.
Berdasarkan data, korban masing-masing bernama Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Mereka dinyatakan hilang setelah KM Putri Sakinah mengalami insiden di Perairan Pulau Padar saat berlayar dari Pulau Komodo.
“Kapal mengalami mati mesin hingga akhirnya tenggelam. Sementara korban selamat yang telah dievakuasi ke Labuan Bajo berjumlah tujuh orang, terdiri atas dua WNA asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata,” ungkap Fathur. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK