Buka konten ini

BRISBANE (BP) – Aryna Sabalenka membuka musim 2026 dengan meyakinkan. Dilansir dari channelnewsasia.com, petenis peringkat satu dunia itu memetik kemenangan telak pada laga pembuka Brisbane International, Selasa, sementara Nick Kyrgios justru tersandung pada laga kembalinya di nomor tunggal setelah hampir setahun absen.
Sabalenka tampil dominan sejak awal pertandingan. Sepekan setelah kalah dua set langsung dari Kyrgios pada laga ekshibisi di Dubai, ia bangkit dan menunjukkan kelasnya. Cristina Bucsa dibuat tak berkutik dan ditaklukkan 6-0, 6-1 hanya dalam 47 menit untuk memastikan tiket ke babak ketiga.
“Servis saya bekerja sangat baik hari ini,” ujar Sabalenka usai meraih kemenangan tercepat dalam kariernya.
“Saya juga beberapa kali melakukan servis-voli, rasanya ‘wow’. Saya sangat senang dengan level permainan ini. Senang bisa kembali bertanding, dan saya selalu menikmati bermain di depan kalian semua. Itu penampilan yang sangat bagus dari saya,” tambahnya.
Juara bertahan Brisbane tersebut akan berhadapan dengan pemenang duel antara Sorana Cirstea dan Jelena Ostapenko pada laga berikutnya. Turnamen ini sekaligus menjadi ajang pemanasan menuju Australian Open pada 18 Januari–1 Februari di Melbourne Park, tempat Sabalenka memburu gelar Grand Slam ketiganya.
Berbeda dengan Sabalenka, langkah Kyrgios belum mulus. Petenis Australia yang kerap diganggu cedera itu kalah 3-6, 4-6 dari Aleksandar Kovacevic (Amerika Serikat) pada laga tunggal pertamanya sejak Maret tahun lalu. Pertandingan tersebut hanya berlangsung 65 menit.
Petenis berusia 30 tahun itu kini berharap mendapat wildcard untuk tampil di Melbourne Park. Ia akan mencoba mengembalikan ritme dan kebugaran bertanding dengan turun di nomor ganda bersama Thanasi Kokkinakis pada babak 16 besar, Rabu. Sebelumnya, keduanya menang atas Matthew Ebden/Rajeev Ram dan selanjutnya akan menghadapi Sadio Doumbia/Fabien Reboul.
Meski masa depannya di dunia tenis sempat diragukan, Kyrgios menegaskan bahwa laga ini merupakan bagian dari proses membangun kembali kariernya setelah serangkaian cedera pergelangan tangan dan lutut yang dialaminya pasca-penampilan gemilang di final Wimbledon 2022.
“Ini adalah batu loncatan,” ucap Kyrgios.
“Saya tadi sempat berbicara dengan Daniil Medvedev di ruang ganti. Ia bilang, kalau kamu hanya sesekali bermain satu pertandingan, hasilnya tidak akan selalu sesuai keinginan.”
“Selama saya merasa baik dan bisa menjadikannya sebagai pondasi untuk membangun lagi, itulah tujuan saya. Bukan hanya untuk Australian Open, tetapi juga sepanjang tahun ini, apa pun yang akan terjadi. Saya ingin tetap bermain sebanyak mungkin,” tegasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO