Buka konten ini

LONJAKAN harga emas global menjadi peluang strategis bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memperkuat perannya sebagai bullion bank atau bank emas. Dengan mengoptimalkan kanal digital superapps BYOND, perseroan kian agresif menggenjot layanan transaksi dan investasi emas berbasis digital guna menjangkau masyarakat lebih luas.
Hingga November 2025, jumlah pengguna BYOND telah menembus 5,7 juta pengguna secara year to date. Mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia produktif, terutama generasi Z dan milenial berusia 20–40 tahun. Capaian ini mencerminkan meningkatnya minat generasi muda terhadap layanan keuangan digital, termasuk investasi emas.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan transformasi digital menjadi fokus jangka panjang perseroan. “Akselerasi digital terus kami lakukan agar BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat. Superapps BYOND dibangun untuk mendekatkan layanan BSI kepada nasabah,” ujarnya, Senin (5/1).
Anton menambahkan, BYOND menjadi e-channel utama yang diperkuat untuk pengembangan bisnis emas. Hingga November 2025, saldo emas BSI tercatat mencapai 1,6 ton atau tumbuh 261,37 persen secara year to date. Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya minat dan aktivitas transaksi emas melalui platform digital.
“Ke depan, BSI akan terus menambah fitur yang memudahkan nasabah mengelola emas secara aman dan praktis, salah satunya melalui program nabung emas secara rutin,” imbuhnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO