Buka konten ini
LINGGA (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dabo Lingga mengimbau masyarakat Kabupaten Lingga, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Berdasarkan prediksi BMKG, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 2–9 Januari 2026. Kondisi ini dipicu sejumlah faktor alam yang terjadi secara bersamaan.
Kepala BMKG Dabo Lingga, Ady Istyono, mengatakan saat ini wilayah Kabupaten Lingga telah memasuki musim angin utara yang ditandai dengan kecepatan angin cukup kencang dan gelombang laut tinggi.
“Saat ini kita masuk musim angin utara. Biasanya pada musim ini angin cukup kencang sehingga gelombang laut menjadi tinggi,” ujar Ady saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Selain itu, lanjut Ady, fenomena bulan purnama juga turut memperbesar potensi banjir rob. Pada fase ini, gaya gravitasi bulan terhadap bumi meningkat sehingga menyebabkan permukaan air laut naik.
“Dengan gaya gravitasi yang lebih besar, air laut menjadi lebih tinggi. Ditambah saat ini masih musim hujan, kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir rob,” jelasnya.
BMKG pun mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan rumah-rumah di atas laut, untuk lebih berhati-hati. Ady mencontohkan, pada hari sebelumnya gelombang laut sempat naik hingga ke badan jalan di Desa Lanjut.
“Kemarin ombak air laut cukup tinggi sampai naik ke jalan raya di Desa Lanjut. Pengendara yang melintas agar berhati-hati karena jalanan basah dan licin,” ungkapnya.
Tak hanya itu, BMKG juga mengimbau agar orang tua mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di tepi pantai selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Untuk sementara, jangan biarkan anak-anak bermain di tepi pantai. Ombak besar dan angin kencang sangat berbahaya karena berisiko terseret ombak,” tegas Ady. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GUSTIA BENNY