Buka konten ini

RUMAH terlihat mahal tak selalu harus lewat material mahal. Ada cara sederhana yang kini kian digemari pemilik hunian modern: plester dinding motif garis. Dengan permainan tekstur, dinding tampil rapi, elegan, dan berkelas tanpa kesan berlebihan.
Motif garis menghadirkan karakter tegas sekaligus minimalis. Garis-garis lurus baik vertikal, horizontal, maupun kombinasi dibentuk saat plester masih setengah basah, menggunakan roskam bergerigi atau alat manual. Hasilnya, permukaan dinding tampak hidup, apalagi ketika tersapu cahaya matahari yang menciptakan bayangan alami.
Tak heran jika plester motif garis banyak dipilih untuk fasad rumah atau area yang ingin ditonjolkan. Selain estetis, teknik ini juga cerdik menyamarkan ketidaksempurnaan dinding, seperti retakan halus atau permukaan yang kurang rata.
Soal ketebalan, plester idealnya berada di kisaran 1–1,5 sentimeter, baik untuk interior maupun eksterior. Terlalu tipis membuat motif sulit terbentuk, sementara terlalu tebal berisiko retak saat mengering. Karena itu, ketelitian dan pengalaman tukang sangat menentukan hasil akhir agar garis terlihat presisi dan sejajar.
Keunggulan plester dinding motif garis terletak pada kesederhanaannya. Tampilan bersih dan modern membuat rumah terkesan lebih mewah. Motif ini juga fleksibel dipadukan dengan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, krem, hingga earthy tone. Perawatannya pun mudah cukup dibersihkan dari debu dan bisa dicat ulang tanpa membongkar plester.
Untuk dinding depan rumah, pilihannya beragam. Garis vertikal memberi ilusi bangunan lebih tinggi, cocok untuk fasad mungil. Garis horizontal menciptakan kesan rumah lebih lebar dan sering dijadikan titik fokus. Ada pula kombinasi garis besar dan kecil untuk tampilan artistik, hingga motif garis tipis yang aman untuk hampir semua konsep rumah.
Bagi pencinta gaya modern, warna abu-abu dengan tekstur garis kerap jadi favorit.
Sementara itu, penerapan motif garis sebagai aksen misalnya di area pintu masuk atau satu bidang dindingmampu memberi daya tarik tanpa membuat fasad terasa ramai.
Motif garis juga bisa dibuat simetris untuk kesan rapi dan seimbang, atau diagonal bagi yang ingin tampilan dinamis. Bahkan, garis tebal dapat menjadi penegas karakter rumah asalkan diaplikasikan secukupnya.
Meski cocok untuk banyak hunian minimalis, modern, hingga kontemporer, penerapannya tetap perlu disesuaikan. Pada rumah bergaya klasik atau penuh ornamen, motif garis sebaiknya hadir sebagai aksen agar tidak saling bertabrakan. Untuk rumah berukuran kecil, hindari pola yang terlalu ramai supaya ruang tak terasa sempit.
Dengan perencanaan matang, plester dinding motif garis bisa menjadi sentuhan sederhana yang mengubah wajah rumah terlihat mewah, rapi, dan tetap bersahaja. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO