Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Keselamatan pelayaran Kapal Dumai Line rute Dumai–Batam dipastikan tetap terjaga meski sempat diterjang ombak setinggi 2–3 meter di perairan Tanjung Jati, Bengkalis, Minggu (4/1). Hal tersebut ditegaskan Humas Dumai Line, Asmadi.
Menurut Asmadi, gelombang tinggi itu merupakan fenomena rutin saat musim angin Utara yang biasanya terjadi pada Desember hingga Januari. Durasi ombak besar umumnya hanya berlangsung sekitar satu jam.
“Kalau musim Utara, memang ombaknya bisa lumayan. Tapi kapal-kapal Dumai Line itu besar-besar, kapasitasnya hampir 400 penumpang. Ombak 2 sampai 3 meter itu masih aman,” ujarnya, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, secara teknis kondisi kapal dalam keadaan aman dan tidak berada di tengah laut lepas. Pada jalur pelayaran tersebut, garis pantai masih terlihat di sisi kiri dan kanan, sehingga risiko bahaya dapat diminimalkan.
“Alurnya masih kelihatan pantainya. Jadi sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Ini kondisi musiman yang sudah biasa kami hadapi setiap tahun,” katanya.
Menanggapi video viral yang memperlihatkan penumpang mengenakan jaket keselamatan, Asmadi menilai kepanikan lebih dipicu ketidakterbiasaan penumpang menghadapi guncangan kapal akibat gelombang tinggi.
“Kalau penumpang jarang mengalami kondisi seperti ini, rasanya memang berbeda. Sama seperti di pesawat saat turbulensi,” jelasnya.
Asmadi memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang tiba di tujuan dengan selamat.
Ia menambahkan, seluruh kapal Dumai Line telah dilengkapi peralatan keselamatan yang melebihi standar kapasitas. Setiap kapal memiliki jaket pelampung lebih dari 25 persen dari jumlah penumpang, serta dilengkapi lifebuoy dan liferaft beserta perlengkapan darurat lainnya.
“Kalau kapasitas 400 penumpang, life jacket harus ada tambahan sekitar 100 lagi. Jadi alat keselamatan kita lebih dari cukup,” ungkapnya.
Pada periode Natal dan Tahun Baru, kapal-kapal juga beroperasi secara beriringan karena tingginya jumlah penumpang. Kondisi ini membuat pengawasan dan aspek keselamatan pelayaran semakin optimal.
“Kalau bicara keselamatan, transportasi laut itu justru sangat tinggi. Kapal kapasitas 400 orang menghadapi ombak 3 meter masih aman,” ujarnya.
Sementara itu, Pos Basarnas Batam mengimbau pemilik sarana transportasi laut, termasuk penambang pancung, untuk memastikan kapal dilengkapi peralatan keselamatan sesuai standar.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kelengkapan alat keselamatan bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat di laut,” tegas Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO