Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik menyusul temuan 62 kasus influenza A subklad K atau superflu di Indonesia. Hingga kini, belum ada laporan kasus serupa di Kota Batam.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa mengacu pada keterangan Menteri Kesehatan RI, influenza A subklad K tidak tergolong berbahaya dan tidak menimbulkan derajat keparahan yang berbeda dibandingkan influenza pada umumnya.
“Sesuai pernyataan Menkes, varian ini tidak berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir, yang penting tetap waspada dan menerapkan pola hidup sehat,” ujar Didi, Senin (5/1).
Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Batam merupakan daerah perlintasan internasional dengan mobilitas tinggi, baik melalui jalur laut maupun udara. Dinkes bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan melalui sistem kewaspadaan dini yang telah berjalan selama ini.
Didi menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah lama menjalankan program Influenza Like Illness (ILI) untuk mendeteksi dini penyakit infeksi saluran pernapasan yang gejalanya mirip influenza. Program ini menjadi instrumen penting memantau potensi kejadian luar biasa.
“ILI ini untuk memantau setiap gejala influenza karena banyak penyakit virus yang gejala awalnya mirip flu. Dengan deteksi dini, penyebaran bisa dicegah lebih cepat,” jelasnya.
Masyarakat diminta mengenali gejala influenza, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri badan, dan lemas. Jika mengalami keluhan tersebut, disarankan beristirahat di rumah dan membatasi aktivitas.
“Kalau sedang flu, gunakan masker agar tidak menularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.
Dinkes juga mengingatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta mengelola stres dengan baik.
Didi menegaskan agar masyarakat tidak mengonsumsi obat sembarangan, terutama antibiotik. “Antibiotik tidak dianjurkan untuk flu tanpa petunjuk tenaga kesehatan,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan penularan superflu tidak berbeda dengan influenza pada umumnya. Warga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dan melakukan vaksinasi influenza setahun sekali, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
“Vaksin influenza efektif mencegah perburukan penyakit, menurunkan risiko rawat inap, dan kematian,” ujarnya.
Didi mengajak masyarakat Batam untuk tetap tenang, waspada, serta mengikuti informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kota Batam dan Kementerian Kesehatan RI, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO