Buka konten ini

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten Karimun mencatat sebanyak 132 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang 2025. Jumlah ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 163 kejadian.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Damkar Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, melalui Kepala Bidang Penyelamatan Hendra Hidayat, mengatakan meski jumlah kebakaran secara umum menurun, kebakaran rumah dan bangunan justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk total kejadian kebakaran di 2025 memang menurun. Namun kebakaran rumah dan bangunan mengalami peningkatan dibandingkan 2024,” ujar Hendra saat dikonfirmasi Batam Pos, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi. Namun BPBD Damkar tidak mencatat secara rinci total luasan lahan dan hutan yang terbakar.
“Setiap turun ke lokasi, tim langsung fokus melakukan pemadaman hingga api benar-benar padam,” katanya.
Selain pemadaman, BPBD Damkar juga mencatat peningkatan kegiatan evakuasi sepanjang 2025. Tercatat sebanyak 289 kali tindakan evakuasi dilakukan, meningkat dibandingkan 2024 yang sebanyak 194 kali.
“Evakuasi ini dilakukan baik atas permintaan masyarakat maupun inisiatif petugas. Selain itu, kami juga memberikan edukasi pencegahan kebakaran, khususnya ke sekolah-sekolah,” jelasnya.
Hendra menegaskan, kebakaran bangunan maupun lahan sebenarnya dapat dicegah. Untuk kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah sembarangan.
Sementara untuk mencegah kebakaran rumah, ia menyebut sebagian besar kejadian disebabkan kompor dan arus listrik, khususnya kompor gas.
“Kami mengimbau masyarakat yang menggunakan kompor gas untuk rutin memeriksa kondisi selang gas, apakah bocor atau tidak. Selain itu, kabel listrik di rumah juga perlu dicek. Jika sudah tua atau rusak, sebaiknya segera diganti,” ujarnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GUSTIA BENNY